Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Tampilkan postingan dengan label PEMBINAAN RELAWAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMBINAAN RELAWAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Mei 2014

40 SATPAM DILATIH PERTOLONGAN PERTAMA DAN SAR


SLAWI – Sebanyak 40 anggota Satpam di Wilayah Hukum Polres Tegal dilatih materi Pertolongan Pertama DAN SAR oleh Tim PMI Kabupaten Tegal, Selasa (13/5/2014) di Aula Gedung Yaumi Center Slawi.

Pembekalan itu dilaksanakan dalam rangka Pendidikan dan Latihan Dasar Satpam angkatan IX / 2014 Tingkat Polda Jateng yang digelar oleh Polres Tegal.

Koordinator Pelatih PMI Kabupaten Tegal, Tri Winarno mengatakan, anggota Satpam penting sekali dibekali pengetahuan Pertolongan Pertama, karena tugas Satpam beresiko terhadap ancaman yang beresiko terhadap cidera bahkan kehilangan nyawa.

"Dengan Pembekalan materi Pertolongan Pertama, anggota Satpam dilapangan diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama pada orang lain maupun diri sendiri guna menghindari cidera yang tidak diinginkan,"jelasnya.

Adapun  materi Pertolongan Pertama yang diberikan antara lain cara penanganan orang pingsan, penanganan orang tenggelam, penanganan cidera jaringan lunak, Penunjang Hidup Dasar dengan Praktek Pernapasan Buatan dan Resusi Jantung Paru serta praktek balut membalut.
 
“Sedangkan untuk materi SAR, mereka dibekali teori materi SAR dan praktik repling yang dipusatkan di Lapangan GOR Tri Sanja Slawi,”imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Binmas selaku Kepala Pelaksana Latihan, AKP Hartoto, S.Pd, mengatakan, tujuan dilaksanakannya Diksar itu adalah untuk menciptakan anggota Satpam yang handal, memiliki kemampuan keterampilan berbagai  bidang ilmu dalam rangka menciptakan keamanan masyarakat.

“Menciptakan Lingkungan yang aman dan masyarakat yang aman tidak bisa hanya  mengandalkan Polri saja, tapi perlu peran serta masyarakat. Yaitu dengan membangun kemitraan dengan seluruh potensi masyarakat dan salah satunya adalah dengan memperdayakan anggota Satpam yang terlatih,”tuturnya disela-sela menyaksikan praktik repling Satpam di Gor Tri Sanja Slawi, tadi pagi.

Pendidikan dan Latihan Dasar Satpam angkatan IX / 2014 Tingkat Polda Jateng yang digelar oleh Polres Tegal itu, digelar selama tiga minggu, yakni  tanggal 7 s.d 27 Mei 2014 dengan pemateri dari Polres Tegal, PMI, SAR, Damkar dan instansi terkait.
(sunarto, humas_pmi_kab_tegal)

Senin, 20 Januari 2014

PMI Gelar Lokakarya Relawan


SLAWI – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal yang tergabung dalam wadah Forum Relawan (Forel) PMI baru-baru ini menggelar Lokakarya Relawan sehari, Minggu (19/1) di Aula SMP Muhammadiyah Slawi.

Kegiatan Lokakarya Relawan yang mengusung tema “Relawan PMI berbakti untuk kemanusiaan, persaudaraan dan perdamaian” diiukti 75 orang peserta yang terdiri dari unsur Tenaga Sukarela (TSR), Sibat, KSR Unit Markas, KSR Unit STIKes Bhamada, KSR Unit Bumijawa, CBP, dan KKP.

Ketua PMI Kabupaten Tegal dalam sambutannya menyampaikan, Relawan PMI harus mempunyai  keterampilan dan pengetahuan yang memadai di berbagai bidang pelayanan Kepalangmerahan, karena relawan PMI merupakan ujung tombak kegiatan PMI  baik dalam penanganan bencana maupun pelayanan sosial kesehatan masyarakat.
 
“Dengan digelarnya lokakarya seperti ini akan dapat memberikan bekal bagi relawan sehingga relawan akan siap sedia bila diterjunkan dalam kegiatan PMI, kapanpun dan dimanapun,”ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Thamalia Haristiani SHI mengatakan,  tujuan digelarnya  Lokakarya ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang manajemen pembinaan dan pengembangan relawan, meningkatkan kapasitas relawan serta memberi peran relawan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan penyusunan program kerja PMI Kabupaten Tegal.

“Lokakarya menghasilkan rekomendasi untuk program kerja Relawan tahun 2014 dan penguatan jejaring relawan melalui Forum Relawan (Forel) PMI Kabupaten Tegal”jelasnya.

Ketua KSR dan Koordinator Forel terpilih

Diakhir penghujung acara lokakarya, dilaksanakan pemilihan Ketua Korps Sukarela (KSR) Unit Markas dan Koordinator Forum Relawan PMI Kabupaten Tegal. Dari perhitungan suara Ketua KSR, berhasil terpilh Husni Mubarok AMd mengungguli  tiga calon kandidat lainnya. Sementara dari hasil pemilihan koordinator Forel, berhasil terpilih Mashuri mengungguli tiga kandidat lainnya.
  

Sehingga Ketua KSR Unit Markas untuk periode tahun 2014-2016 dipegang oleh Husni Mubarok AMD menggantikan Rochadi sebagai Ketua KSR lama. Sedang untuk Koordinator Forel periode 2014-2016 sekarang dipegang oleh Mashuri menggantikan Thamalia Haristiani SHI sebagai Koordinator Forel yang lama.





Senin, 04 Maret 2013

KSR Unit Stikes Gelar Pengabdian Masyarakat

Tampak Siswa SD sedang belajar cuci tangan yang benar
SLAWI – Dalam rangka merealisasikan visi Pola Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan (POLBANGMAWA) Stikes Bhamada Slawi dan terciptanya mahasiswa yang bertakwa, kritis, santun, bermoral, demokratis, bertanggung jawab dan memiliki daya saing, Unit Kegiatan Mahasiswa Korp Suka Rela (KSR) PMI Stikes Bhamada Slawi baru-baru ini menggelar serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat pada tanggal 2 hingga 3 Maret 2013 di desa Kaligayam Kecamatan Margasari.

“Kegiatan yang dilaksanakan antara lain Pemeriksaan golongan darah dan donor darah bagi masyarakat, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan membagikan Abate ke masyarakat, Penyuluhan kesehatan diri di lingkungan  siswa SD N Kaligayam 02  dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi bagi siswi SMP N 2 Margasari,”jelas Wilda, Ketua KSR selaku Panitia Penyelenggara.
CekUp Kesehatan Gratis

Kepala Desa Kaligayam, Amsori mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan yang dilakukan Mahasiswa Stikes bhamada Slawi di Desanya. “Dari kegiatan pemeriksaan Golongan Darah gratis maka masyarakat kami yang tadinya tidak tahu golongan darahnya sekarang menjadi tahu dan banyak yang mau untuk mendonorkan darahnya. Dengan penyuluhan kesehatan dan pembagian abate untuk pembrantasan nyamuk, masyarakat semakin paham untuk menjaga pola hidup sehat,”ungkapnya.

Salah satu siswa SMP Negeri 2 Margasari, Wida, usai penyuluhan menggatakan, dengan adanya penyuluhan kesehatan repruduksi, dirinya menjadi paham. “Setidaknya dapat menambah ilmu pengetahuan,”cetusnya.

Sementara itu, Waka III Bidang Kemahasiswaan Stikes Bhamada Slawi, Tri Agustina H SST, mengatakan, tujuan dilaksanakannya program dengan tajuk pengabdian masyarakat adalah membantu mensukseskan program Dinas Kesehatan Kabu Tegal dalam menurunkan AKI. “Selain itu juga untuk meningkatkan kepedulian dan jiwa sosial dengan sesama, meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa dan mengenalkan Stikes Bhamada Slawi kepada masyarakat luas,”pungkasnya.

Untuk menyukseskan serangkaian kegiatan itu, pihak penyelenggara juga menggandeng PMI Kabupaten Tegal dan Puskesmas Margasari.


Kamis, 10 Januari 2013

60 Relawan Diterjunkan Bantu Musibah Kebakaran dan Puting Beliung



BUMIJAWA - Sebanyak 60 personil Relawan PMI Kabupaten Tegal diterjunkan untuk membantu penanganan dilokasi bencana Kebakaran dan Puting Beliung yang menimpa Desa Batumirah Kecamatan Bumijawa, Rabu (9/1).

Relawan yang terlibat yakni terdiri dari Sibat Bumijawa, Batumirah, Sigedong, Galas, dan SAR Bumijawa.

Ketua PMI Kabupaten Tegal dr H Bimo Bayuadji melalui Humasnya Sunarto mengatakan bencana kebakaran yang menimpa warga Desa Batumirah Kecamatan Bumijawa terjadi, Rabu (9/1) siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB.
"Satu rumah milik Warno ludes terbakar dan satu rumah rusak berat milik Sail. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut," katanya

Dijelaskannya, selang kurang lebih dua jam setengah, yakni tepatnya pukul 13.30 WIB warga Desa Batumirah kembali dikagetkan dengan adanya bencana susulan yakni Puting Beliung yang datang tiba-tiba.

"Kurang lebih 87 rumah disapu oleh sang angin kencang tersebut. Hasil asesment PMI didapat 12 rumah rusak berat, 22 rusak sedang dan 53 rusak ringan," terangnya.

Pihak PMI Kabupaten Tegal dengan cepat merespon kejadian tersebut yakni dengan memberikan bantuan kepada korban kebakaran maupun membantu di lokasi yang terkena puting beliung dengan mengerahkan sejumlah relawan. 

 

Senin, 07 Januari 2013

PMI gelar Pelatihan ToF bagi Sibat dan KSR




SLAWI - Dalam rangka meningkatkan kapasitas relawan PMI dalam  pengembangan kesiapsiagaan bencana, PMI Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Palang Merah Jerman menggelar Pelatihan Training of Facilitator (ToF) bagi Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dan Korps Sukarela (KSR) selama tiga hari,  Sabtu (5/1) hingga Senin (7/1).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa itu diikuti sebanyak empat puluh dua peserta  dari tiga Kabupaten program pengembangan sekolah siaga bencana, yaitu Kabupaten Kudus, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Tegal sebagai tuan rumah.

Acara dibuka secara resmi oleh ketua PMI Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji, Sabtu (5/1) di Balai Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa.

Koordinator Lapangan Program Pengembangan Sekolah Siaga bencana, Nasir Jamaludin, SHI menjelaskan, tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anggota Sibat dan KSR dalam pengembangan kesiapsiaagaan bencana di masyarakat yang rentan bencana.
 
“Diharapkan Sibat dan KSR mampu secara mandiri dalam menyebarluaskan pengetahuan kesiapsiaagaan bencana bagi masyarakat,”jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan nasir, bencana alam dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis dan korban jiwa. Dengan tingkat ancaman dan risiko bencana yang sangat tinggi tersebut, masyarakat perlu pengetahuan dan memahami kesiapsiagaan bencana dan upaya pengurangan risiko bencana.

“Oleh karena itu melalui Pelatihan ToF ini Sibat dan KSR sebagai mitra masyarakat terdekat, diharapkan akan lebih cepat menginformasikan dan menyebarluaskan pengetahuannya tentang kesiapsiagaan bencana,”paparnya.
 
Sementara itu salah satu peserta pelatihan dari perwakilan Kudus, Toriq mengatakan, dirinya sangat senang ikut menjadi peserta pelatihan ToF, karena ilmu yang  didapat sangat bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. “Melalui pelatihan ToF ini saya berharap nanti dapat menyalurkan ilmu pengetahuan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat rentan ancaman bencana khsususnya dan masyarakat luas pada umumnya,”ungkapnya.

Adapun selama kegiatan pelatihan, peserta  mendapatkan materi kesiapsiagaan bencana yang meliputi  konsep pengurangan risiko bencana di masyarakat, kegiatan berbasis masyarakat, advokasi dan penyadaran masyarakat. Dan di hari ketiga peserta  melakukan praktik memfasilitasi di masyarakat.

Rabu, 02 Januari 2013

JUMBARA PMR AJANG KAMPANYE PENGURANGAN RISIKO BENCANA

Ini menggambarkan Kita Wajib menjaga alam kita, selamatkan pohon.


SLAWI - Jumbara PMR yang digelar tiga hari yang lalu munculkan beragam kreasi Remaja Palang Merah dalam mengkampanyekan pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Media Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) yang mereka buat diarak dalam suatu lomba "KARNAVAL" keliling Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi. Melalui kegiatan itu diharapkan masyarakat tahu, paham dari ajakan pengurangan risiko bencana maupun dampak perubahan iklim melalui Media KIE.
Dua anggota PMR sebagai maskot " Stop Global Warming"



Ini adalah kreasi anak PMR dengan mendesain Bak Cat Bekas menjadi Tong Sampah sebagai media KIE






































JUMBARA XI PMR DIGELAR

Bupati Tegal menyerahkan Tropy Bergilir Jumbara PMR Th. 2012
SLAWI – Dalam Rangka mengevaluasi Pembinaan kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) di Sekolah, PMI Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) PMR XI, tanggal 29 s.d 31 Desember 2012 bertempat di Lapangan Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu diikuti 47 regu PMR Wira setingkat SLTA dan 61 regu PMR Madya setingkat SLTP, dengan jumlah kurang lebih 1.300 orang.

Wakil Ketua I PMI Kabupaten Tegal, selaku Ketua Panitia Penyelenggara, Drs H Sartono MM menjelaskan, tujuan dilaksanakan Jumbara PMR itu dalam rangka mengevaluasi kegiatan Pembinaan PMR di pangkalan Sekolah yang ada di Kabupaten Tegal, baik untuk PMR madya maupun PMR Wira “Materi kepalangmerahan yang mereka pelajari di sekolah kita evaluasi dalam bentuk kegiatan Jumbara yang dilaksanakan dalam dua tahun sekali,”jelasnya.

Sementara itu Koordinator Lomba Jumbara PMR, Totok Novariyanto S.Pd lebih tekhnis menjelaskan, materi yang dilombakan meliputi Travelling Kepalangmerahan, Cerdas Tangkas, Kreasi Remaja, Speech Contest, Drama penyuluhan kebersihan dan kesehatan, Remaja Sehat, dan Pentas seni. “Khusus untuk materi Travelling Kepalangmerahan ada tujuh materi yang dilombakan, yaitu Gerakan Palang Merah, Pertolongan Pertama, Kesehatan Remaja, Kesehatan Sanitasi dan lingkungan, Kepemimpinan, Donor Darah dan Siaga Bencana,”paparnya.

Adapun untuk Juara Umum Jumbara PMR XI Tahun 2012, Juara Umum Tingkat PMR Madya disandang oleh PMR Unit SMP Negeri 1 Slawi, sedang Juara Umum Tingkat PMR Wira disandang oleh PMR Unit SMK Negeri 1 Slawi. Juara Umum mendapatkan Tropy Bergilir dari Bupati Tegal dan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Tegal usai acara penutupan Jumbara PMR, Senin (31/12).
 

Selasa, 25 Desember 2012

Sibat Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana

SLAWI - Dalam rangka memahami penanganan bencana di tingkatan Desa, Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Kaligayam Kecamatan Margasari menggelar Sumulasi Tanggap Darurat Bencana, Senin (24/12) kemarin.
Simulasi diikuti oleh ratusan komunitas masyarakat yang terdiri dari warga Dusun Bendungan, Perangkat Desa, Ketua RT / RW, Karang Taruna, Linmas, PKK, Sibat Desa Kaligayam dan Relawan PMI Kabupaten Tegal dengan dukungan dari Palang Merah Jerman.
Kepala Desa Kaligayam, Amsori mengatakan, simulasi tanggap darurat bencana yang dilakukan adalah penanganan bencana banjir khususnya di Wilayah Dusun Bendungan RW 02 yang dipetakan sebagai daerah yang rawan banjir. "Sumber ancaman banjirnya dimunkinkan dari meluapnya sungai Pondoh dan sungai kumisik. Kalo hujan besar berturut-turut lebih dari dua hari diperkirakan banjir akan datang,"ungkapnya.

Lebih luas dijelaskan Amsori, dengan dilakukannya Simulasi Tanggap Darurat Bencana di Desanya, diharapkan masyarakat tahu harus berbuat apa bila terjadi bencana yang sesungguhnya. "Minimalnya masyarakat tahu arah jalur zona aman,"tegasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji menjelaskan, tujuan diadakan simulasi penanganan bencana di Desa adalah dalam rangka Upaya Pengurangan Risiko bencana bagi daerah rawan bencana. "Masyarakat perlu pemahaman langkah-langkah yang benar untuk dilakukan, baik sebelum bencana maupun saat bencana terjadi."jelasnya.
Dijelaskan Bimo, Kegiatan Simulasi Tanggap Darurat bencana selain dilakukan di Desa Kaligayam, juga dilakukan oleh Komunitas Desa lain seperti Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa, Desa Danasari Kecamatan Bojong, Desa/Kecamatan Bumijawa dan Desa Kedungkelor Kecamatan Warurejo. "Mereka dalam melakukan simulasi berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat yang telah dibuat oleh Desanya. Disana diatur tentang peran dan tupoksinya dari komponen yang ada,"paparnya.

Prosedur Penanganan Bencana di Perdeskan

Untuk menguatkan dan melegalkan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat yang dibuat oleh Komunitas Desa perlu dilakukan pengesahan dari Desa. Salah satu contohnya Desa Bumijawa, Kepala Desa merencanakan mengesahkan SOP dengan dibuatnya Perdes tentang SOP Tanggap darurat bencana. Sehingga dalam pelaksanaan tanggap darurat yang sesungguhnya, para pelaku tanggap darurat bisa melaksankan tugasnya dengan jelas dan terarah.