SEBANYAK 5 TENDA DARURAT PMI DIDIRIKAN DILOKASI KEBAKARAN |
SLAWI – Korban kebakaran lima
rumah di RT 3 RW 2 Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal terpaksa
tinggal di tenda-tenda darurat. Para Korban memasang tenda darurat itu di
tengah puing-puing rumah mereka yang terbakar. Bantuan dari warga sekitar terus
mengalir. Namun, hingga kemarin Pemkab Tegal belum memberikan bantuan terhadap
korban kebakaran.
Seperti diberitakan, lima rumah
milik warga Desa Buniwah terbakar akibat korsleting listrik, Senin (5/9). Lima
rumah itu, yakni milik khamami (40) yang dihuni 3 orang, Suranto(50) ditempati
4 orang, Kadar(55) dihuni 5 orang, Suryat(60) ditinggali satu orang dan Muhyono(45)
ditempati 5 orang. Kerusakan terparah terjadi di rumah Muhyono, dan kerugian
yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah. Selain rumah dan perabotan
lainnya, Muhyono juga kehilangan uang tunai Rp. 65 juta dan emas seberat 26
gram. “Saat ini korban menempati tenda darurat yang dibuatkan PMI di bekas
lahan rumah masing-masing, “kata Kades Buniwah, Edi Martanto SIP, kemarin.
Dia menjelaskan, Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tegal telah meninjau lokasi. Namun,
hingga kemarin belum ada bantuan dari Pemkab untuk korban. Terkecuali, bantuan
dari PMI berupa tenda darurat, bahan makanan dan sejumlah keperluan lainnya.
Bantuan juga terus mengalir dari warga sekitar.
Mitos
“informasinya, bantuan akan
dimintakan ke Pemprov Jateng, karena jumlah yang terbakar lima rumah, “ terangnya.
Lebih
lanjut dikatakan, warga sekitar tidak bersedia memberikan tempat tinggal
sementara bagi korban bencana. Ini dikarenakan sesuai dengan mitos di desa itu,
bagi warga yang memberikan tumpangan akan ikut sial. Namun demikian, banyak
warga yang telah membantu material untuk pendirian rumah korban tersebut. “Warga
sebelumnya telah bergotong royong untuk membersihkan puing-puing kebakaran.
Kami juga akan berupaya mengerahkan warga untuk kembali bergotong royong
mendirikan rumah korban,” tandasnya. Kepala BPBD Pemkab Tegal Ir. Sudaryono
menjelaskan, pihaknya telah cek lokasi dan mengumpulkan data korban kebakaran
di desa Buniwah. Namun, demikian bantuan belum bisa diberikan. BPBD menunggu
anggaran perubahan APBD 2011. “Dana reguler untuk korban bencana telah habis,”
terangnya. (H64-74) Sumber : SUARA MERDEKA, KAMIS, 8 SEPTEMBER 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar