Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Minggu, 19 Januari 2014

Rumah Janda Ambruk, PMI Kirimkan Bantuan

JATINEGARA - PMI Kabupaten Tegal mengirimkan tim relawan dan bantuan untuk seorang janda berusia 54 tahun, Merah, warga Rt 05 Rw 03 Desa Tamansari Kecamatan Jatinegara yang rumahnya ambruk pada Kamis (16/1) sore.

Paket bantuan PMI disalurkan, Sabtu pagi (18/1) berupa Sembako dan sebuah terpal. Selain itu, PMI juga menerjunkan tim asesment untuk mendata kerusakan.

"Saya berharap kepada Ibu Merah untuk bersabar dan tabah menerima cobaan ini. Hari ini PMI datang untuk memberikan bantuan, semoga bermanfaat," kata Iman Sisworo SH, Ketua PMI Kabupaten Tegal pada penyerahan bantuan.

Sementara itu, Kepala Desa Tamansari, Tarno, menyampaikan terima kasih atas perhatian PMI yang dengan cepat merespon korban bencana dengan memberikan bantuan kepada warganya.

"Atas nama pemerintah desa, kami sampaikan terimakasih kepada PMI," ungkapnya

Berdasarkan informasi dari PMI, akibat diguyur hujan disertai angin kencang, pada Kamis sore (16/1) rumah milik seorang Janda, Merah (54) warga RT 05 RW 03 Desa Tamansari Kecamatan Jatinegara mendadak ambruk. Rumah yang terbuat dari kayu dan bambu ambruk dibag

ian dapur dan bagian tengah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, karena pemilik rumah, Merah sedang duduk-dukuk di ruang tamu.

Diduga sementara ambruknya rumah janda Ibu Merah ini, selain akibat diserang hujan dan angin juga karena  bangunan sudah tua dan rapuh. Rumah semi permanen ini ia tempati semenjak suaminya masih hidup. Dan setelah ditinggal pergi suaminya, ia pun hanya hidup sebatang kara, sementara dua anaknya pergi merantau di Jakarta.

Dengan pekerjaan sebagai buruh tani, ia pun merasa berat dan kebingungan untuk mendapatkan uang agar bisa memperbaiki rumahnya itu. Beruntung masyarakat sekitar masih memiliki rasa gotong royong yang tinggi, sehingga puing-puing bekas reruntuhan dapat dibersihkan.

"Akibat rumahnya ambruk, Merah mengalami kerugian kurang lebih 6 juta rupiah," ujar Humas PMI, Sunarto

Korban Tenggelam Terima Santunan PMI

SURADADI -Keluarga Nelayan asal desa Suradadi, Sarkum (60) yang meninggal dunia akibat kapalnya diterjang ombak pada Rabu (15/1) lalu mendapat perhatian dari PMI Kabupaten Tegal. Bentuk perhatian tersebut diwujudkan dengan memberikan santuan kepada keluarga korban, Jum'at (18/10) lalu. Santunan diserahkan Ketua PMI, H Iman Sisworo SH dan diterima istri almarhum Sarkum, Ibu Asiah.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, H Iman Sisworo mengatakan, santunan yang diberikan berupa uang tunai sebesar 300rb sebagai bentuk kepedulian PMI dalam meringankan beban keluarga korban.

"Semoga bantuan ini, bisa meringankan keluarga korban Sarkum," katanya

Terpisah, Humas Gallawi Rescue, Arif Rahman mengatakan Sarkum ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut dalam kondisi mengambang di perairan Tanjungsari yang berjarak 20 kilometer dari tempat kejadian. Oleh nelayan tersebut mayat Sarkum kemudian  di bawa ke tepi.

"Nelayan kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Pemalang dan pihak Polres Pemalang mengontak Polsek Suradadi. Petugas dari Polsek Suradadi dan tim SAR akhirnya menuju lokasi," kata dia.

Sebelumnya, Sarkum (60), nelayan asal RT 01 RW 17 Desa Suradadi tenggelam di muara Kali Cenang  Suradadi pada Rabu (15/1) pagi. Saat itu ia bersama rekannya Sugriwo (55) pulang melaut dengan menggunakan perahu fiber bermesin tempel. Hanya saja saat masuk muara Kali Cenang  ombak besar dan angin bertiup kencang menghadang mereka. Perahu yang ditumpangi tidak masuk muara justru terseret arus dan pecah. Sugriwo selamat dengan berenang ke tepi, sementara Sarkum tenggelam dan sempat dikabarkan hilang. Hingga akhirnya ditemukan pada Rabu (15/1) sekitar pukul 23.30 oleh nelayan Pemalang. (s@n)

Senin, 29 April 2013

PMI Gelar Uji Kecakapan PMR

SLAWI – Dalam rangka meningkatkan  kualitas kegiatan kepalangmerahan dan mengukur pencapaian dalam proses pembinaan dan pengembangan PMR, PMI Kabupaten Tegal menggelar Uji Kecakapan PMR Wira se Kabupaten Tegal, Minggu (28/4) di komplek Alun-alun Slawi.

Kegiatan tersebut merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun oleh PMI Kabupaten Tegal dan kali ini yang dilaksanakan adalah Uji Kecakapan Pertolongan Pertama dan Donor Darah. Sebanyak 270 anggota PMR Wira dari siswa-siswi SMA/SMK/MA Kabupaten Tegal mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan antusias.

Pengurus PMI Kabupaten Tegal, bidang SDM, Totok Novariyanto SPd menjelaskan, tujuan kegiatan uji kecakapan itu secara umum adalah untuk menilai sejauh mana tingkat pengetahuan mereka yang diperoleh di pelatihan rutin di sekolah dan menilai secara individu pengembangan  karakter  remaja yang bersih, sehat dan mempunyai sifat sosial kemanusiaan.

“ Sedang tujuan dari uji kecakapan pertolongan pertama sendiri adalah menilai kompeten anggota PMR dalam menguasai materi pertolongan pertama, seperti pemahaman anatomi dan faal dasar, memiliki ketrampilan penilaian penderita, memiliki ketrampilan memindahkan penderita dan lainnya,”ungkapnya.
 
Totok mengurai, untuk uji kecakapan donor darah, peserta dinilai sejauh mana dapat mensosialisasikan donor darah dilingkungannya dan mengajak masyarakat untuk berdonor darah.
“Dari penerapan itu, alhamdulliah mereka berhasil mengajak masyarakat untuk mendonorkan darahnya, terbukti di lokasi kegiatan uji kecakapan, di alun-alun slawi, sebanyak 60 orang mendaftarkan diri untuk berdonor darah di gerai donor darah yang disediakan panita. Dari kegiatan pengambilan darah berhasil diperoleh sebanyak 43 kantong darah,”paparnya.

Sebagai informasi, bahwa beberapa waku yang lalu, di lokasi yang sama juga digelar uji kecakapan PMR Madya berupa uji kecakapan kepemimpinan yang diikuti sebanyak 181 anggota PMR dari siswa-siswa setingkat SMP/MTs.
Di kegiatan ini mereka diuji tentang pengetahuan dan penerapan kepemimpinan, seperti pengetahuan pemahaman kerjasama, motivasi dan dinamika kelompok.

Kamis, 25 April 2013

KSR Unit Stikes Bhamada Pelopori Donor Darah


SLAWI – Dalam rangka memeriahkan hari Kartini tahun ini, Stikes Bhamada Slawi menggelar acara sosial kemanusiaan berupa donor darah, kamis (25/4). Acara yang dipelopori oleh UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Korps Suka Rela (KSR) Unit STIKes Bhamada ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dan karyawan Stikes Bhamada Slawi.

Yang unik dalam pelaksanaan donor darah ini adalah para peserta donor darah yang terdiri dari Mahasiswa dan mahasiswi  mengenakan kebaya,  hal ini dilakukan  menyesuaikan dengan nuansa peringatan hari kartini.

Panitia Pelaksana, ardian ainur menjelaskan, kegiatan donor darah ini selain untuk memeriahkan hari kartini, juga dalam rangka menjelang dies natalis Stikes Bhamada yang ke 18. Selain itu untuk menumbuhkan minat mahasiswa dan masyarakat untuk menjadi pendonor, dan juga sebagai salah satu sarana menjalin silaturahmi antara KSR PMI Unit Stikes Bhamada dengan masyarakat kampus.

“ Tujuan digelarnya donor darah ini adalah untuk membantu pihak PMI Kabupaten Tegal dalam pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat di Kabupaten Tegal,”terangnya.

Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tegal, dr Sumaryati Bimo menjelaskan, pihaknya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Stikes Bhamada Slawi yang telah menggelar acara donor darah ini.

 “Terima kasih kami sampaikan kepada Stikes Bhamada Slawi yang telah menggelar donor darah semacam ini. Hal ini benar-benar akan membatu sekali dalam mencukupi stok darah di PMI Kabupaten Tegal,”terangnya. 

Salah satu peserta donor dari prodi D3 kebidanan, Asdyas  mengatakan,  dirinya merasa senang di momen kartini ini bisa menyumbangkan darahnya.

“Ini adalah donor pertama saya, semoga dapat berguna bagi masyarakat,”cetusnya.
Dari hasil kegiatan donor darah yang di gelar Stikes Bhamada Slawi berhasil memperoleh sebanyak 48 kantong darah.