Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Senin, 04 Maret 2013

KSR Unit Stikes Gelar Pengabdian Masyarakat

Tampak Siswa SD sedang belajar cuci tangan yang benar
SLAWI – Dalam rangka merealisasikan visi Pola Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan (POLBANGMAWA) Stikes Bhamada Slawi dan terciptanya mahasiswa yang bertakwa, kritis, santun, bermoral, demokratis, bertanggung jawab dan memiliki daya saing, Unit Kegiatan Mahasiswa Korp Suka Rela (KSR) PMI Stikes Bhamada Slawi baru-baru ini menggelar serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat pada tanggal 2 hingga 3 Maret 2013 di desa Kaligayam Kecamatan Margasari.

“Kegiatan yang dilaksanakan antara lain Pemeriksaan golongan darah dan donor darah bagi masyarakat, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan membagikan Abate ke masyarakat, Penyuluhan kesehatan diri di lingkungan  siswa SD N Kaligayam 02  dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi bagi siswi SMP N 2 Margasari,”jelas Wilda, Ketua KSR selaku Panitia Penyelenggara.
CekUp Kesehatan Gratis

Kepala Desa Kaligayam, Amsori mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan yang dilakukan Mahasiswa Stikes bhamada Slawi di Desanya. “Dari kegiatan pemeriksaan Golongan Darah gratis maka masyarakat kami yang tadinya tidak tahu golongan darahnya sekarang menjadi tahu dan banyak yang mau untuk mendonorkan darahnya. Dengan penyuluhan kesehatan dan pembagian abate untuk pembrantasan nyamuk, masyarakat semakin paham untuk menjaga pola hidup sehat,”ungkapnya.

Salah satu siswa SMP Negeri 2 Margasari, Wida, usai penyuluhan menggatakan, dengan adanya penyuluhan kesehatan repruduksi, dirinya menjadi paham. “Setidaknya dapat menambah ilmu pengetahuan,”cetusnya.

Sementara itu, Waka III Bidang Kemahasiswaan Stikes Bhamada Slawi, Tri Agustina H SST, mengatakan, tujuan dilaksanakannya program dengan tajuk pengabdian masyarakat adalah membantu mensukseskan program Dinas Kesehatan Kabu Tegal dalam menurunkan AKI. “Selain itu juga untuk meningkatkan kepedulian dan jiwa sosial dengan sesama, meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa dan mengenalkan Stikes Bhamada Slawi kepada masyarakat luas,”pungkasnya.

Untuk menyukseskan serangkaian kegiatan itu, pihak penyelenggara juga menggandeng PMI Kabupaten Tegal dan Puskesmas Margasari.


Relawan PMI, Sibat Bumijawa Evakuasi Korban Tenggelam

Bumijwa – Relawan PMI Sibat Desa Bumijawa mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Bulakan Desa Bumijawa, Minggu ( 3/3/3013) sekitar pukul 09.00. Korban ditemukan tewas bernama Syukri Amrullah ( 25) warga Desa Kemurang Kulon RT.03 RW.04 Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes. Jazad korban ditemukan di aliran sungai Bulakan Desa Bumijawa Kabupaten Tegal Jawa Tengah setelah sebelumnya terjun ke sungai dengan kedalaman 7 meter tersebut. 
Berdasarkan penuturan rekan korban Haryanto kejadian berawal saat korban baru saja mengikuti kegiatan Khaul habib Muh di Dukuh Mobok Desa Mucanglarang pada Sabtu malam (2/3). Saat itu korban mengatakan keinginannya untuk mandi di sungai bulakan tersebut. Begitu sampai dipinggiran sungai yang berjarak 100 meter dari kantor Kecamatan Bumijawa, korban langsung terjun ke sungai.
 “ Setelah terjun itulah korban tidak muncul lagi ke permukaan. Karena panik saya langsung minta tolong kepada warga sekitar. Kejadiannya sekitar pukul 08.00 pagi “ tuturnya.
Mendengar teriakan rekan korban warga sekitar kemudian berhamburan keluar. Salah satunya kemudian melaporkan kepada pihak Kepolisian dan Sibat Palang Merah Indonesia ( PMI ) desa setempat. Baru sekitar jam 9 Tim Sibat bersama polsek bumijawa turun ke Tempat kejadian perkara. Relawan PMI dibantu warga langsung terjun kesungai untuk mencari korban.
“ Korban bisa ditemukan dengan keadaan tidak sadar dan langsung dievakusi ke puskesmas. Menurut Kholis salah satu petugas puskesmas, Korban dipastikan sudah meninggal dilokasi. Sementara dua orang temannya yang bernama Haryanto satu desa dengan korban, dan Kasrohidin asal desa bumijawa dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian” tutur Adi Purwanto salah satu relawan PMI yang membantu pencarian korban.
Setelah menunggu beberapa saat, jenazah korban akhirnya diambil pihak keluarganya pada pukul 12.00 siang tadi. Jenazah kemudian dibawa kekampung halamannya untuk dimakamkan.

Kamis, 28 Februari 2013

PMI Kabupaten Tegal gelar Mukerkab


SLAWI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal menggelar Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) PMI di Aula SMK Negeri 1 Slawi, Kamis (28/2). Kegiatan diikuti oleh Pengurus PMI kabupaten, utusan PMI Kecamatan se Kabupaten Tegal dan Relawan PMI.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PMI Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayauadji.

Kegiatan Mukerkab PMI itu adalah agenda tahunan PMI  yang membahas Laporan pelaksanaan program kerja atau kegiatan tahun 2012 dan Rencana Program Kegiatan tahun 2013 serta menetapkan hal-hal penting lainnya yang bersifat strategis.
 
Dalam sambutannya, dia mengatakan, PMI Kabupaten Tegal dalam Tahun 2012 mengalami kemajuan di beberapa bidang. Yang pertama, PMI dapat membeli alat pemisah komponen darah (Refrigerator Centrifuge) sehingga kebutuhan darah khususnya komponen trombosit, PRC, plasma dan komponen darah lainnya dapat tercukupi. Yang kedua pembangunan gedung pelayanan PMI yang berlokasi di sebelah barat alun-alun slawi sudah dapat dimulai, tahap pembangunan sudah pada tahap pengerjaan lantai satu yaitu pembuatan beton kolom dan pengurugan. Yang ketiga, hasil bulan dana PMI Kabupaten Tegal tahun 2012 mengalami kenaikan 25 % dan memperoleh posisi peringkat dua se jawa tengah. Yang keempat, Program Sekolah Siaga Bencana dan Kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat dapat terlaksana dengan baik. Hal itu atas dukungan dari PMI provinsi Jawa Tengah kerja sama German red Cross.

“Kemajuan PMI itu tercapai  atas kerja keras PMI Kabupaten Tegal dengn dukungan dan partisipasi dari segala pihak,”jelasnya.
 
Sementara itu, dari peserta  Sidang komis A memberikan masukan program SSB dan KBBM diupayakan dapat dikembangkan dibeberapa kecamatan. “Hal itu untuk meningkatkan kapasitas sekolah dan masyarakat kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Tegal yang rawan bencana,” ungkap Endro NS selaku ketua sidang komisi A.
 
Untuk Komisi B, PMI Kabupaten Tegal diminta untuk membuat banner besar ajakan kepada masyarakat untuk donor darah. “Dengan pemasangan baner-baner di setiap kecamatan diharapkan dapat meningkatkan para donor darah sukarela dim kabupaten Tegal. Sehingga dengan begitu, kebutuhan darah di PMI dapat selalu tercukupi,”jelas Ketua Sidang Komis B, Kholis.

Sedang Komisi C, disampaikan Thamalia Haristiani, SHI mengusukan beberapa program Forum relawan (Forel) diantaranya perlu diadakannya peningkatan kapasitas relawan yang lebih spesifik sesuai dengan bidangnya. Antara lain pertolongan pertama, ambulan, watsan, dapur umum, logistik, shelter dan bidang lainnya yang berkaitan dengan bidang pelayanan kebencanaan.

Jumat, 08 Februari 2013

Bukit longsor, 8 orang tertimbun


BREBES- Akibat hujan yang mengguyur di Wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya, mengakibatkan beberapa wilayah di daerah perbukitan longsor. Seperti yang terjadi di Wilayah Kabupaten Brebes, tepatnya di Dukuh Luwung Plompong, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Brebes. 

Bukit Luwung setinggi sekitar 130 – 150 meter mengalami longsor hingga menerjang ladang jagung di Dukuh Luwung Plompong, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, pada Rabu 6 Februari 2013 sekitar pukul 09.00 Wib.
 Akibat peristiwa tersebut delapan petani yang sedang memanen jagung tertimbun longsor. satu korban ditemukan tewas bernama Ratinah (50), dua korban mengalami luka-luka, yakni Sukim (40) dan anaknya Hamdani (4). Korban selamat di larikan ke RSUD Margono Purwokerto untuk mendapatkan perawatan. Ketiga korban tersebut adalah  warga Dukuh Luwung Cilibur Kec. Paguyangan.

Sementara  lima warga lainnya masih tertimbun material longsoran hingga Kamis 7 Februari 2013. Mereka adalah Sutar (45), Astrap (53), Radon (30), Sumi (60) dan Taryo (55), mereka warga Luwung, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog. 
 
Diperoleh informasi dilapangan, delapan orang korban, saat itu sedang memanen jagung di ladang milik Astrap dan Taryo. Tak begitu lama tiba-tiba terdengar gemuruh, diikuti longsoran bukit yang menimbun ladang jagung. Alhasil kedelapan orang yang sedang panen tersebut tertimbun longsor.

Mendengar suara gemuruh dan jeritan minta tolong, warga sekitarpun langsung berhamburan menuju lokasi kejadian dan melakukan pertolongan. Korban Sukim dan anaknya yang bernama Hamdani berhasil selamat dan oleh Warga, Keduanya dibawa ke rumah sakit Margono Purwokerto.
 
Sekitar 30 menit kemudian, warga menemukan Rapinah dalam kondisi sudah tidak bernyawa.  Sementara  lima warga lainnya yang masih tertimbun tanah longsor yang berasal dari bukit Luwung tersebut.
Mendapat laporan kejadian longsor itu, Tim SAR, TNI, Polri dan Relawan PMI Kabupaten Brebes dan Satgana PMI Kabupaten Tegal datang kelokasi kejadian untuk melakukan pencarian korban yang masih tertimbun. Hingga di hari kedua, Kamis (7/2) 5 korban belum bisa ditemukan. 

Terkendala peralatan dan cuaca

Proses pencarian korban dilakukan dengan manual, yaitu menggunakan cangkul dan sekop hingga menyita waktu dan menyulitkan pencarian. Peralatan berat yang diharapkan bisa membantu ternyata tidak bisa masuk kelokasi, karena medan yang sulit dijangkau dan berbukit-bukit. Untuk mencapai lokasi harus melalui jalan setapak yang berjarak kurang lebih 500 meter dari pemukiman penduduk.


Lagi, Satu Korban ditemukan

Satu korban yang bernama Taryo, 60 tahun berhasl ditemukan oleh Tim SAR gabungan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari jum’at (8/2) pukul 09.30 dalam posisi tertelungkup.
" Jenazah Taryo ditemukan berada di dekat  rumpun pohon bambu atau berada di sayap kanan timbunan material longsor," kata Muarip, Relawan PMI Brebes yang ikut  melakukan pencarian.

Menurut dia, empat jenazah  lain yang belum ditemukan berada didekat  jenazah taryo. Keempat jenazah itu adalah  yakni Radon 3o tahun, Sutar, 45 tahun. Astrap , 53  tahun dan Sumi, 60 tahun (suami istri).

" Kami bersama Relawan Gabungan, SAR, TNI, POLRI, BPBD, Perhutani dan masyarakat akan melanjutkan pencarian. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, keempat jenazah lain dapat ditemukan," jelasnya.