Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Senin, 18 Januari 2010

BULAN DANA PMI KABUPATEN TEGAL

SLAWI – Perolehan Bulan Dana PMI Cabang Kabupaten Tegal tahun 2009 mengalami kenaikan 16 persen yaitu sebesar Rp 365.164.460, setelah dikurangi operasional Rp 36.516.400, diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp 328.648.060. Sementara perolehan pada bulan dana tahun 2008 lalu sebesar Rp 314.843.450, setelah dikurangi biaya oprasional sebesar Rp 26 juta, diperoleh pendapan bersih sebesar Rp 288.843.450.
Berdasarkan laporan dari Sekda kabupaten Tegal,Sriyanto,selaku ketua 1 bulan dana PMI tahun 2009, pelaksanaan bulan dana PMI kabupaten Tegal tahun 2009 melibatkan 51 seksi usaha. Seluruh perolehan dalam bulan dana PMI tahun 2009 ini berasal dari pengedaran kupon dengan perolehan sebesar Rp 340.164.460 dan pengedaran piagam dengan perolehan sebesar Rp 25 juta.
Sementara itu, Ketua PMI Cabang kabupaten Tegal, dr. Bimo bayuadji, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada seuruh paniti penyelenggara bulan dana PMI dan Bupati Tegal selaku Ketua umum bulan dana PMI tahun 2009.
"Dari hasil bulan dan PMI,hasil kotor bulan dana akan dikurangi biaya oprasional maksimal sebesar 10 persen.serta untuk sumbangan wajib yang diserahkan kepada PMI Jawa tengah sebesar 10 persen.sisanya sebesar 80 persen,akan dipergunakan untuk biaya operasional PMI Cabang," terang Bimo.
Sementara itu,bupati Tegal dalam sambutan turtulis yang dibacakan Sekda Kabupaten Tegal, Sriyanto HP, menyatakan, peristiwa bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, yang terjadi di setiap tahun di berbagai wilayah di Kabupaten Tegal, sangat membutuhkan perhatian. Untuk itu, rutinitas peristiwa yang sering terjadi tersebut perlu mendapat perhatian yang besar dari semua pihak,termasuk kepedulian dari PMI cabang kabupaten Tegal.

"PMI cabang diharapkan mengambil peran dan kepeduliannya,saya ucapkan terima kasih karena PMI selama ini telah mengambil bagian dalam upaya partisipasinya melaksanakan dan membantu tugas pemerintah di bidang penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan lainnya, baik di kabupaten Tegal maupun di luar daerah,"ucap Sriyanto
Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula penghargaan kepada pendonor darah sukarela 25 kali dan 10 kali. Penyerahan penghargaan secara simbolis oleh Sekda kabupaten tegal yang mewakili Bupati tegal kepada Kardiman (mewakili pendonor darah sukarela 25 kali) dan Siagawati (perwakilan pendonor darah sukarela 10 kali).
Selain penyerahan penghargaan kepada pendonor darah sukarela,diserahkan pula penghargaan kepada mantan pengurus PMI Cabang kabupaten Tegal yang diterimakan secara simbolis oleh Ny. Sri Sulati Suroyo dan Slamet Moeasir.

Usai penutupan bulan dana PMI tahun 2009, acara di lanjutkan dengan Pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PMI Cabang Kabupaten Tegal dan Sarasehan Donor Darah Sukarela. Acara Muskercab itu diikuti oleh perutusan Pengurus PMI dari 18 ranting kecamatan se-kabupaten Tegal serta jajaran Pengurus PMI Cabang Kabupaten Tegal. Muskercab memuat agenda membahas rencana kerja PMI Cabang Kabupaten Tegal untuk 2010. Sedangkan Sarasehan Donor Darah diikuti utusan sekolah SLTA/MA se Kabupaten Tegal dan yang hadir rata-rata Pembina PMR Sekolah.
(dikutip dari Radar Tegal, tgl. 31-12-2009)


KSR UNIT KEC, BUMIJAWA SELENGGARAKAN

BUMIJAWA - Sebanyak 24 orang Calon Anggota KSR Unit Kecamatan Bumijawa, 2 hari kemarin (26-27 Des 2009) mengikuti Pelatihan Pertolongan Pertama. Kegiatan dipusatkan di Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh KSR Unit Kecamatan bumijawa itu dalam rangka Perekrutan Anggota, disamping itu juga untuk Pembekalan Dasar bagi Calon Anggota PMI tersebut.
Beberapa materi dasar yang disampaikan dalam kegiatan tersebut antara lain Dasar-dasar Pertolongan Pertama, Penilaian Penderita, Bantuan Hidup Dasar, Perdarahan dan Syok, Pembidaian dan Evakuasi Korban.
Menurut Arif, salah satu Panitia mengatakan kegiatan Palatihan Pertolongan Pertama itu dilaksanakan bertujuan untuk pengenalan materi dasar terutama materi Pertolongan Pertama dengan harapan mereka dapat tertarik dan mempunyai minat ingin bergabung dengan PMI dalam wadah Relawan.

"Pelatihan Pertolongan Pertama itu dilaksanakan lebih awal agar mereka Calon-calon anggota KSR bisa tertarik, karena PMI itu dimata masyarakat umum identik dengan pemberian pertolongan Pertama", ungkapnya.
Drs. Budi Martono, salah satu pemateri Pertolongan Pertama, dikesempatan yang sama mengatakan, kegiatan pelatihan itu perlu ditindak lanjuti, karena materi yang disampaikan 2 hari itu masih kurang dan perlu dipelajari lebih dalam sehingga mereka dapat mempunyai keterampilan Pertolongan Pertama yang memadai.
"Kegiatan semacam itu harus berlanjut, agar colon relawan itu mempunyai kompetensi dan keterampilan yang memadai", ujarnya.

Outbound
Untuk menumbuhhan rasa tanggung jawab dan menjalin kekompakan, para peserta juga mengikuti Outbound.

Sejumlah permainan kelompok dilakukan oleh ke-24 peserta tersebut. Permainan itu diantaranya dinamakan spider net, air mengalir, merayap, panjat rintangan, menyeberang sungai dan rudal scud. Dalam melaksanakan kegiatan itu, peserta didampingi game master outbond oleh sejumlah anggota Korps Suka Rela (KSR) PMI Cabang Kabupaten Tegal.
Menurut Wakhidin, salah satu game master outbound, digelarnya kegiatan out bond itu bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan jiwa kebersamaan diantara peserta. Sehingga, nantinya diharapkan peserta dalam penugasan kemanusiaan dapat memiliki rasa tanggungjawab.

"Dengan outbound itu, peserta dapat memiliki rasa tanggung jawab, jiwa kebersamaan serta bisa menjaga kekompakan, sehingga kedepan organisasi relawan itu selalu berjalan dinamis," ujarnya.


SimulasiDiakhir acara, dilaksanakan simulasi Pertolongan dan Evakusi Korban di air, yang bertujuan peserta dapat menguasai cara Penanganan atau pertolongan korban di air.
Disamping itu peserta dapat melakukan evakusi korban dari air ke darat menuju tempat aman. Disini korban yang ditolong adalah Korban yang sadar dan tidak sadar.

Sebagai Pemandu simulasi ini adalah Andi Riyanto, Mashuri dan Inayah, A.Mk, Tim Pelatih PMI Cabang Kabupaten Tegal.

Sabtu, 26 Desember 2009

DIKLATSAR KSR


Slawi - Relawan yang handal adalah relawan yang mampu dengan cepat dan tepat dalam mmberikan Pertolongan Pertama kepada korban kecelakaan maupun korban bencana.  

Pertolongan pada korban hanyut di air diperlukan keterampilan khusus dimana penolong harus bisa berenang di air, dapat menyelematkan korban bukan menambah korban.

Disinilah para relawan PMI Cabang Kabupaten Tegal dilatih cara pemberian pertolongan pertama di air. Sebanyak 30 relawan yang terdiri dari Unit KSR Markas Cabang, Unit Stikes Bhamada Slawi dan KSR Unit Kecamatan Bumijawa terlibat dalam pelatihan ini.

Berlangsung selama sehari, tgl. 1 Nopember 2009 bertempat di Sungai gung Procot - Slawi. Namun sehari sebelumya mereka dibekali materi pertolongan pertama oleh pakarnya yaitu Drs. Budi Martono, Rochadi, Inayah AMK serta Tim dari PMI Cabang Kabupaten Tegal. Kegiatan tersebut dirangkum dengan nama DIKLAT KSR PMI.





Kegiatan diakhiri dengan Simulasi Penangan Korban Tanah Longsor di Pesisir sunagi gung Procot-Slawi. Dalam drama ini, diilustrasikan bahwa ada Bencana Tanah Longsor di pesisir sungai gung Kelurahan Procot yang diakibatkan luapan sungai gung dan banjir. Dari kejadian ini mengakibatkan longsor dan menelan korban sebagianWarga RT 02/RW IV Kelurahan Procot yang tinggal dipesisiran. Ada yang terseret hilang, ada yang mengalami luka berat dan ringan. 
Mendengar kejadian ini, Tim Relawan PMI Cabang Kabupaten Tegal langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama dan evakuasi.



PMI Kab. Tegal selenggarakan Pelatihan SATGANA

SLAWI – Dalam rangka peningkatan kapasitas relawan terutama Bidang Penanggulangan Bencana, PMI Cabang Kabupaten Tegal selama 2 hari tanggal 21 – 22 Nopember 2009, menyelenggarakan Pelatihan Satgana bagi Relawan. Kegiatan dipusatkan di Wilayah Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal yang merupakan daerah resiko terkena dampak bencana alam. Sebagai peserta pelatihan, melibatkan Unit KSR Markas, Unit Stikes dan Unit Kecamatan Bumijawa dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang. Selain itu juga PMI melibatkan potensi masyarakat setempat sebagai peserta pelatihan.
Mahmudin, Kepala Markas PMI Cabang Kabupaten Tegal mengatakan, pelatihan yang dipusatkan di daerah rawan bencana ini melibatkan potensi masyarakat setempat, bertujuan meminimalisir resiko akibat dampak bencana.
”Masyarakat setempat yang kita latih diharapkan nanti mempunyai keahlian atau kapasitas terutama dalam penanganan bencana, sehingga akan mengurangi resiko akibat bencana”,ungkapnya.

Unsur Pelatih kegiatan tersebut melibatkan Kantorkesbangpol & Linmas, Polres Tegal dan dari PMI itu sendiri. Materi dari Kantorkesbangpol & Linmas menyajikan materi Manajemen Bencana Kabupaten Tegal dan dari Polres Tegal menyampaikan materi Mountering/turun tebing. Sedangkan untuk PMI Cabang Kabupaten Tegal, materi yang disajikan antara lain Dinamika Kelompok, Kesiapsiaagaan Bencana, Petolongan Pertama dan Evakuasi, Pemetaan, VCA dan Pra. Selain peserta menerima materi teori, peserta juga dibekali dengan praktek.


Diakhir acara, peserta menjalani Simulasi Kasus Penanganan Korban tanah longsor. Disini peserta berperan sebagi Tim Penolong untuk menangani korban tanah longsor desa Sudikampir Kecamatan bumijawa. Korban diberikan pertolongan pertama kemudian dievakusi ke Mobil Ambulans dan selanjutnya di bawa ke RS Lapangan yang berjarak 150 km.
Kegiatan yang berlangsung 2 hari itu atas kerjasama PMI Cabang Kabupaten Tegal dengan Kantor Kesbangpol&linmas Pemerintah Kabupaten Tegal.