Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Selasa, 14 April 2009

257 Siswa Ikuti Pengukuhan PMR Madya se-Kabupaten Tegal

LEBAKSIU – Sebanyak 257 siswa SMP/MTs se-Kabupaten Tegal, Minggu (8/3) lalu, mengikuti kegiatan pengukuhan PMR Madya. Kegiatan dipusatkan di lapangan Desa Lebaksiu Kidul Kecamatan Lebaksiu. Kegiatan dibuka pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB dan berakhir sore harinya sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, setiap sekolah mengirimkan antara 30 – 40 siswanya. Siswa kemudian dibagi menjadi 3 kelompok, dengan bentuk kegiatan yang berbeda satu dengan lainnya. Peserta yang tergabung dalam kelompok A, mendapatkan materi tentang prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Untuk kelompok B, siswa mendapatkan materi kepemimpinan, yang disajikan dalam bentuk permainan out bond. Sementara untuk kelompok C, peserta mendapatkan materi tentang Gerakan Kepalangmerahan.
Dibaginya siswa peserta ke dalam 3 kelompok kegiatan yang berbeda, menurut staf PMI cabang Kabupaten Tegal, Mahmudin agar saat kembali ke sekolah masing-masing, peserta dapat saling bertukar informasi dan ilmu yang didapat. Termasuk pula terkait dengan efektifitas penyelenggaraan serta ketersediaan alokasi waktu yang terbatas.

‘’Cara ini kami tempuh untuk lebih mengefektifkan waktu. Karena materi yang harus disampaikan banyak, sementara waktu yang tersedia sangat terbatas,’’ terangnya.

Seluruh peserta nampak antusias dalam mengikuti setiap kegiatan yang disajikan. Pada penghujung acara, peserta dikukuhkan dengan upacara sederhana yang dipimpin oleh salah satu pelatih PMI cabang Kabupaten Tegal, Drs Hernan.

Dalam amanatnya, Drs Hernan berpesan agar seluruh peserta tetap menyadari kewajiban sebagai pelajar. Sehingga diharapkan, kewajiban belajar tidak terganggu oleh kegiatan ekstra kulikuler, seperti halnya PMR.

‘’Kegiatan ekstrakulikuler adalah hal penting, tapi kewajiban belajar juga penting. Jadi, jangan sampai melupakan kewajiban sebagai seorang siswa, yaitu belajar,’’ himbaunya.

Pengukuhan peserta ditandai dengan penyematan badge PMR Madya. Penyematan dilakukan secara simbolis oleh Drs Hernan kepada 2 orang perwakilan peserta.

(Peserta Pengukuhan sedang menerima
Materi Pesan Berantai oleh Panitia).


SMK Peristek Gelar Donor Darah

* Dalam Rangka Harlah ke-24

PANGKAH - SMK Peristek Pangkah, Sabtu (7/3) yang lalu, menggelar aksi donor darah sukarela. Kegiatan yang diselenggarakan di aula SMK Peristek itu merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Lahir (harlah) ke-24 sekolah tersebut. Kegiatan diikuti ratusan siswa dari kelas X - XII. Sebelumnya, Kamis (26/2) lalu, SMK Peristek juga menggelar kegiatan yang sama. Dalam 2 kali gelaran donor darah suka rela itu, berhasil dikumpulkan sebanyak 61 kantong dari berbagai jenis golongan darah.

Menurut Guru dan pembina PMR SMK Peristek, Samsul Hadi, digelarnya kegiatan itu terutama untuk melatih kepedulian siswa kepada sesama. Di samping juga untuk memperingati harlah SMK Peristek ke-24.

''Kegiatan ini untuk menggugah rasa kemanusiaan siswa. Juga untuk melatih kepedulian terhadap manusia lain yang membutuhkan pertolongan,'' terangnya.

Selain donor darah, lanjut Samsul hadi, SMK Peristek juga menggelar sejumlah kegiatan lainnya. Diantaranya sunatan masal, pengajian akbar, pawai ta'aruf, jalan santai, dan sepeda santai. Keseluruhan kegiatan itu dilaksanakan sebagai rangkaian acara peringatan harlah SMK Peristek ke-24.

''Kegiatan ini selain diselenggarakan oleh SMK Peristek juga diselenggarakan oleh yayasan Peristek,'' imbuhnya.

Sementara itu, puluhan siswa yang mengikuti aksi donor darah sukarela juga harus menahan kecewa. Pasalnya, banyak diantara mereka yang dinyatakan belum memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Beberapa karena umur yang masih kurang dari 17 tahun, berat badan yang kurang, kadar Haemoglobin yang tergolong rendah, serta tekanan darah yang tidak memenuhi syarat. Sehingga petugas dari Unit Transfusi Darah (UTD) PMI cabang Kabupaten Tegal batal mengambil darah sejumlah siswa itu.

''Banyak juga siswa yang gagal diambil darahnya. Beberapa diantaranya bahkan ada yang ngotot untuk tetap diambil. Tapi karena tidak memenuhi syarat, jelas kami tolak,'' ungkap Agung, salah seorang petugas dari UTD PMI cabang Kabupaten Tegal.

Dari pengamatan Radar, siswa nampak antusias mengikuti kegiatan donor darah sukarela tersebut. Sejumlah siswa yang gagal diambil darahnya, nampak tetap berada di lokasi sembari memberi semangat rekan-rekannya yang berhasil mendonorkan darah mereka. (aan). (kutipan Radar Tegal).

98 Siswa Ikuti Pelatihan Kepemimpinan PMR

SEJUMLAH 98 siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Tegal, mengikuti pelatihan kepemimpinan PMR tingkat Wira. Pelatihan dilangsungkan selama 2 hari (28-29 Februari 2009) yang dipusatkan di aula SMAN 3 Slawi.

Pada kesempatan pelatihan itu, siswa dibekali dengan sejumlah materi. Diantaranya manajemen PMR, Dinamika kelompok, Pelatihan Ayo Siaga Bencana, pelatihan donor darah, pendidikan remaja sebaya, dan pertolongan pertama.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan, Mashuri, mengatakan, diadakannnya pelatihan kepemimpinan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada siswa tentang pengelolaan manajemen organisasi PMR. Sehingga nantinya usai pelatihan, diharapkan siswa mampu mengelola manajerial organisasi PMR di sekolah masing-masing.

‘’Tujuan utamanya untuk membekali peserta dengan ilmu dasar kepemimpinan. Jadi nantinya diharapkan mereka dapat menghidupkan kegiatan PMR di sekolah masing-masing,’’ terang Mashuri, yang juga anggota Korps Suka Rela (KSR) PMI cabang Kabupaten Tegal itu.

Ditambahkan Mashuri, sebagian besar kegiatan pelatihan dilaksanakan di dalam ruangan. Panitia dalam memberikan materi pelatihan mengacu pada kurikulum pelatihan tingklat Wira di PMI cabang Kabupaten Tegal. Sementara untuk penyaji materi, diambilkan dari tenaga pelatih PMI cabang Kabupaten Tegal.

‘’Kami lebih mengutamakan materi-materi di dalam ruangan. Hal ini karena keterbatasan waktu penyelenggaraan, sehingga materi agak lebih dipadatkan,’’ terangnya.

Pelatihan kepemimpinan PMR Wira se-Kabupaten Tegal ditutup dengan acara pembentukan pengurus Forum Remaja PMI (Forpis) cabang Kabupaten Tegal. Dalam kesempatan tersebut, pengurus forpis langsung dilantik dan dikukuhkan Ketua PMI cabang kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji.


WAJAH BARU, PENGURUS FORPIS PMI KAB. TEGAL

Peringati HUT Kodam, Brigif 4/DR Gelar Donor Darah

DALAM rangka memperingati HUT Kodam IV/Diponegoro ke -59, Brigade Infanteri (Brigif) 4/ Dewa Ratna Slawi, (24/2) yang lalu menggelar aksi sosial donor darah sukarela. Donor darah diikuti ratusan prajurit yang bermarkan di 3 batalyon infanteri (Yonif) dan prajurit yang bermarkas di Brigif 4/ Dewa Ratna.

Aksi sosial itu diikuti prajurit anggota Yonif 405/Surya Kusuma yang bermarkas di Cilacap, Yonif 406/Chandra Kusuma yang bermarkas di Purbalingga, Yonif 407/Padma Kusuma yang bermarkas di desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.

Donor darah sukarela itu digelar di aula markas Brigif 4 Dewa Ratna. Dalam kesempatan tersebut, berhasil dikumpulkan sebanyak 124 kantong darah. Selanjutnya, kantong darah itu langsung diserahkan kepada Unit Transfusi darah Cabang (UTDC) PMI cabang Kabupaten tegal untuk kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Ketua PMI Cabang KIabupaten Tegal, dr H Bimo Bayu Adji mengungkapkan rasa terima kasih atas kerelaan prajurit dalam mendonorkan darah mereka untuk membantu sesama yang membutuhkan. Pihaknya berharap, kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi instansi lainnya.