Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Kamis, 10 Januari 2013

60 Relawan Diterjunkan Bantu Musibah Kebakaran dan Puting Beliung



BUMIJAWA - Sebanyak 60 personil Relawan PMI Kabupaten Tegal diterjunkan untuk membantu penanganan dilokasi bencana Kebakaran dan Puting Beliung yang menimpa Desa Batumirah Kecamatan Bumijawa, Rabu (9/1).

Relawan yang terlibat yakni terdiri dari Sibat Bumijawa, Batumirah, Sigedong, Galas, dan SAR Bumijawa.

Ketua PMI Kabupaten Tegal dr H Bimo Bayuadji melalui Humasnya Sunarto mengatakan bencana kebakaran yang menimpa warga Desa Batumirah Kecamatan Bumijawa terjadi, Rabu (9/1) siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB.
"Satu rumah milik Warno ludes terbakar dan satu rumah rusak berat milik Sail. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut," katanya

Dijelaskannya, selang kurang lebih dua jam setengah, yakni tepatnya pukul 13.30 WIB warga Desa Batumirah kembali dikagetkan dengan adanya bencana susulan yakni Puting Beliung yang datang tiba-tiba.

"Kurang lebih 87 rumah disapu oleh sang angin kencang tersebut. Hasil asesment PMI didapat 12 rumah rusak berat, 22 rusak sedang dan 53 rusak ringan," terangnya.

Pihak PMI Kabupaten Tegal dengan cepat merespon kejadian tersebut yakni dengan memberikan bantuan kepada korban kebakaran maupun membantu di lokasi yang terkena puting beliung dengan mengerahkan sejumlah relawan. 

 

Senin, 07 Januari 2013

Dampyak Banjir, PMI dirikan Dapur Umum



Relawan PMI melakukan assesment di lokasi banjir

SLAWI - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Tegal dan sekitarnya mengkibatkan beberapa wilayah terancam banjir. Seperti yang dialami warga di kelurahan Dampyak Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, karena hujan dua hari berturut-turut pada Sabtu - Minggu (5-6 Januari 2013), ratusan rumah warga di Wilayah RW 07  Kelurahan Dampyak terendam banjir rob.
Akibat rumahnya terendam banjir itu, warga terpaksa mengungsi di Saudara dan sebagian mengungsi di Masjid Al Ikhlah terdekat.
Relawan PMI bersama ibu-ibu PKK mendirikan Dapur Umum
Berdasarkan hasil assesment, para warga tidak bisa melakukan aktivitas memasak. Oleh karenanya pada Minggu pagi, Relawan Palang Merah Indonesia bersama-sama ibu-ibu PKK RW 07 Keluarahan Dampyak mendirikan Dapur Umum.

Sebanyak kurang lebih 400 nasi bungkus pada Minggu siang dan malam dapat didistribusikan kepada warga.

Ketua RW 07 Kelurahan Dampyak, Agus mengatakan, para warga terpaksa mengungsi baik di saudara maupun di Posko yaitu di Masjid Al-Ikhlas, karena sebagian besar rumahnya terendam banjir. "Mensikapi hal itu kamipun mendirikan Posko dan Dapur Umum yang dibantu oleh Relawan Palang Merah Indonesia," ungkapnya.

Pada senin pagi, air sudah mulai surut. Warga sudah mulai kembali kerumahnya untuk membersihkan dan menata rumahnya yang kotor akibat banjir.  Dapur umum juga masih berjalan hingga senin malam karena sebagian warga belum bisa melakukan aktifitas memasak.

Aktifitas memasak di Dapur Umum



PMI gelar Pelatihan ToF bagi Sibat dan KSR




SLAWI - Dalam rangka meningkatkan kapasitas relawan PMI dalam  pengembangan kesiapsiagaan bencana, PMI Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Palang Merah Jerman menggelar Pelatihan Training of Facilitator (ToF) bagi Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dan Korps Sukarela (KSR) selama tiga hari,  Sabtu (5/1) hingga Senin (7/1).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa itu diikuti sebanyak empat puluh dua peserta  dari tiga Kabupaten program pengembangan sekolah siaga bencana, yaitu Kabupaten Kudus, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Tegal sebagai tuan rumah.

Acara dibuka secara resmi oleh ketua PMI Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji, Sabtu (5/1) di Balai Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa.

Koordinator Lapangan Program Pengembangan Sekolah Siaga bencana, Nasir Jamaludin, SHI menjelaskan, tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anggota Sibat dan KSR dalam pengembangan kesiapsiaagaan bencana di masyarakat yang rentan bencana.
 
“Diharapkan Sibat dan KSR mampu secara mandiri dalam menyebarluaskan pengetahuan kesiapsiaagaan bencana bagi masyarakat,”jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan nasir, bencana alam dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis dan korban jiwa. Dengan tingkat ancaman dan risiko bencana yang sangat tinggi tersebut, masyarakat perlu pengetahuan dan memahami kesiapsiagaan bencana dan upaya pengurangan risiko bencana.

“Oleh karena itu melalui Pelatihan ToF ini Sibat dan KSR sebagai mitra masyarakat terdekat, diharapkan akan lebih cepat menginformasikan dan menyebarluaskan pengetahuannya tentang kesiapsiagaan bencana,”paparnya.
 
Sementara itu salah satu peserta pelatihan dari perwakilan Kudus, Toriq mengatakan, dirinya sangat senang ikut menjadi peserta pelatihan ToF, karena ilmu yang  didapat sangat bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. “Melalui pelatihan ToF ini saya berharap nanti dapat menyalurkan ilmu pengetahuan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat rentan ancaman bencana khsususnya dan masyarakat luas pada umumnya,”ungkapnya.

Adapun selama kegiatan pelatihan, peserta  mendapatkan materi kesiapsiagaan bencana yang meliputi  konsep pengurangan risiko bencana di masyarakat, kegiatan berbasis masyarakat, advokasi dan penyadaran masyarakat. Dan di hari ketiga peserta  melakukan praktik memfasilitasi di masyarakat.

Rabu, 02 Januari 2013

JUMBARA PMR AJANG KAMPANYE PENGURANGAN RISIKO BENCANA

Ini menggambarkan Kita Wajib menjaga alam kita, selamatkan pohon.


SLAWI - Jumbara PMR yang digelar tiga hari yang lalu munculkan beragam kreasi Remaja Palang Merah dalam mengkampanyekan pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Media Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) yang mereka buat diarak dalam suatu lomba "KARNAVAL" keliling Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi. Melalui kegiatan itu diharapkan masyarakat tahu, paham dari ajakan pengurangan risiko bencana maupun dampak perubahan iklim melalui Media KIE.
Dua anggota PMR sebagai maskot " Stop Global Warming"



Ini adalah kreasi anak PMR dengan mendesain Bak Cat Bekas menjadi Tong Sampah sebagai media KIE