Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Selasa, 14 April 2009

BULAN DANA PMI Rp 314 JUTA

SLAWI - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Tegal berhasil menghimpun dana sumbangan masyarakat melalui kegiatan Bulan Dana Tahun 2008, sebesar Rp 314.843.450. Jumlah Dana tersebut naik 1 % dari hasil Bulan Dana tahun sebelumnya yang berhasil meraih Rp 311.385.000.
Pada tahun 2008 Panitia Bulan Dana di Ketuai oleh Komandan Kodim 0712 Tegal, Letkol Inf. Edy Santoso. Sebagaimana tradisi di Kabupaten Tegal bahwa Ketua Umum Panitia Bulan Dana PMI dijabat oleh Muspida Kabupaten Tegal secara bergiliran.
Hal itu diungkapan Ketua PMI Cabang Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji saat menggelar penutupan Bulan Dana tahun 2008 sekaligus Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) PMI Kabupaten Tegal tahun 2009, Kamis (12/2) yang lalu. Acara digelar di Aula SMK N 1 Slawi dan dihadiri segenap Pengurus Cabang, Muspida, PMI Ranting, para seksi usaha Panitia Bulan Dana, Pembina PMR, KSR, Staf Markas dan UTDC.
Dalam laporan tertulisnya yang disampaikan oleh Drs. Sartono MM, Wakil Ketua I PC PMI Kabupaten Tegal, bahwa pada awal tahun anggaran 2009 ini, Pemkab telah merencanakan 3 program bagi PMI Cabang. Ketiganya terdiri dari Pembangunan gedung Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) PMI dan Markas PMI Cabang Kabupaten Tegal, pengadaan peralatan pembuat trombosit untuk membantu penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD), serta pengadaan ambulans bekas untuk meningkatkan pelayanan PMI.
Bulan Dana PMI tahun 2008 ditutup secara resmi oleh Bupati Tegal, Agus Riyanto, S.Sos sekaligus membuka pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) tahun 2009.
Disela-sela sambutannya, Bupati Tegal mengajak untuk saat ini kita harus mulai serius dalam menangani permasalah-permasalahan yang ada termasuk permasalahan yang ada di PMI.
" Pada jabatan Bupati periode yang ke 2 ini, saya akan berkonsentrasi menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang bersifat teknis, banyak masukan yang harus saya tindaklanjuti " ungkapnya.
Usai pelaksanaan Penutupan Bulan Dana PMI, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) tahun 2009.
Ada 2 hal yang dibahas dalam Mukercab tersebut :
1. Laporan Pelaksanaan Program Kerja PMI Cabang Kabupaten Tegal tahun 2008.
2. Rancangan Program Kerja PMI Cabang Kabupaten Tegal tahun 2009.
Acara Mukercab ditutup secara resmi pelaksanaannya oleh Ketua PMI Cabang Kabupaten Tegal, dr. Bimo Bayuadji.

STIKES Bhamada Gelar Diklatsar KSR

* Diikuti Oleh 32 Peserta

SLAWI - Dalam rangka penerimaan anggota, Korps Suka Rela (KSR) unit Stikes Bahamada menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) KSR. Pelatihan dilangsungkan selama 3 hari, antara 21 - 23 Feb lalu di kampus Stikes Bhamada di Slawi dan juga di lapangan Desa Lebaksiu kidul Kecamatan Lebaksiu. Sebanyak 32 peserta yang merupakan mahasiswa tingkat 1, terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurut Mahadir Mafkur, salah seorang panitia, kegiatan Diklatsar itu merupakan agenda rutin tahunan yang digelar KSR unit Stikes Bhamada dalam rangka penerimaan anggota baru. Selain itu,kegiatan tersebut juga memiliki tujuan utama yaitu menerapkan dasar-dasar pengertian KSR PMI unit Stikes Bhamada.

''Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin sejak Stikes didirikan, bahkan sejak akper Bhamada berdiri sekitar tahun 1996,'' ujarnya.

Mahadir Mafkur menjelaskan, kegiatan Diklatsar KSR kali ini dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama, dilaksanakan selama 2 hari di kampus Stikes Bhamada Slawi dalam bentuk pemberian materi. Sejumlah materi yang diberikan kepada peserta, antara lain tentang Dinamika Kelompok, kepalangmerahan, dan dasar-dasar kepemimpinan. Setelah 2 malam mengikuti pelatihan dasar di kampus Stikes, peserta melanjutkan kegiatan di lapangan Desa Lebaksiu Kidul. Untuk menuju lokasi kegiatan, peserta menempuh perjalanan dengan berjalan kaki (long march).

''Selama 2 hari, peserta bermalam di STIKES. Kemudian peserta berjalan kaki menuju ke lapangan Desa Lebaksiu Kidul. Sebelum tiba di lokasi, peserta sempat bermalam di SMP N 1 Lebaksiu,'' terangnya.

Di lapangan desa Lebaksiu Kidul, peserta menjalani sejumlah kegiatan praktek. Diantaranya kegiatan out bond permainan dan praktek penanggulangan bencana massal. Digelarnya kegiatan out bond, menurut Mahadir, untuk melatih kekompakan tim. Sedang praktek penanggulangan bencana masal, menurutnya bertujuan untuk memberikan latihan dasar kepada peserta dalam penanggulangan bencana.

''Untuk penanggulangan bencana masal, kami menggunakan simulasi seolah-olah terjadi bencana tanah longsor. Dalam kegiatan itu, peserta dilatih mengevakuasi korban dan tindakan-tindakan lainnya yang dianggap perlu,'' ungkapnya.

Sunarto, staf humas PMI cabang Tegal mengungkapkan, selama ini PMI cabang juga menggelar kegiatan sejenis secara rutin. Termasuk pula di dalamnya, penyelenggaraan diklatsar bagi KSR unit PMI cabang Kabupaten Tegal.

''Kami mengadakan kegiatan pelatihan Diklatsar KSR secara rutin. Tujuannya untuk melatih sebanyak mungkin relawan KSR, terutama untuk penanggulangan bencana,'' ujarnya.

Kegiatan Diklatsar KSR unit Stikes Bhamada Slawi dibuka secara resmi pelaksanaannya oleh Pembina KSR unit Stikes Bhamada, Ariani Indriastuti. Kegiatan ditutup oleh Wakil Kepala III Bidang Kemahasiswaan, Tri Agustina H, SST.

PMI EVAKUASI KORBAN HANYUT


TEGAL – PMI Cabang Kabupaten Tegal, Senin (19/1) lalu mengevakuasi korban hanyut dari TKP kejadian menuju rumah korban, di Desa Kademangaran Kecamatan dukuhturi. Nurdin (19) Remaja asal desa tersebut jasadnya ditemukan di sekitar perumahan Martoloyo Keluarahan Panggung Kecamatan Tegal Timur, tidak jauh dari Muara sungai ketiwon.

Kejadian berawal Minggu (18/1) korban bersama 2 temannya sedang memancing di sungai, brug abang Kecamatan Talang. Usai memancing korban bersama temannya mandi, tak diduga korban terseret arus sungai. Karena arus air cukup kuat korban tak dapat terselamatkan, sedang 2 rekannya selamat. Menurut keterangan, korban mulai hanyut pukul 11.00 WIB.

Mendengar kejadian tersebut, PMI Cabang Kabupaten Tegal dengan TIM KSR-nya yang dimpimpin Drs Budi Martono, bersama warga melakukan penyisiran. Hingga pukul 10 malam jasad korban belum ditemukan, akhirnya pencarian dihentikan.

Kemudian pencarian dilanjutkan kembali dengan melakukan penyisiran sungai ketiwon. Pada pukul 11.00 WIB jazad korban ditemukan mengambang di dekat Muara Sungai Ketiwon. Selanjutnya Jasad koran dibawa langsung kerumah orang tua korban dengan mobil PMI Cabang Kabupaten Tegal.

Siswa SMA N 2 Tegal, Gelar Outbond



* Tumbuhkan Kebersamaan

TEGAL - Demi meningkatkan motivasi belajar, sebanyak 38 siswa SMA N 2 Tegal, beberapa waktu lalu mengadakan kegiatan outbond. Meski kegiatan digelar di dalam lingkungan sekolah, namun siswa yang keseluruhan merupakan siswa kelas 3 IPS 3 itu nampak mengikuti kegiatan dengan antusias.
Sejumlah permainan kelompok dilakukan oleh ke-38 siswa tersebut. Permainan itu diantaranya dinamakan walk moon, danau beracun, jurang beracun, air mengalir, spider net, dan rudal scud. Dalam melaksanakan kegiatan itu, siswa didampingi game master outbond oleh sejumlah anggota Korps Suka Rela (KSR) PMI cabang Kabupaten Tegal.

Menurut guru wali kelas 3 IPS 3, Siti Hajar SPd, digelarnya kegiatan out bond itu bermula dari kekhawatirannya menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN)SMA/SMK. Sehingga dengan dilaksanakanya outbond itu, dirinya berharap dapat menumbuhkan motivasi dan semangat siswa dalam belajar dan mempersiapkan diri menjelang UAN.

''Outbond ini sengaja kami laksanakan untuk mendidik mental siswa dan mengembangkan jiwa kebersamaan diantara siswa. Sehingga, para siswa dapat termotivasi untuk mencapai angka kelulusan 100 persen,'' terangnya.
Selain untuk, lanjut Siti Hajar, memotivasi siswa, kegiatan outbond itu juga dilaksanakan secara khusus untuk menumbuhkan jiwa kebersamaan diantara siswa. Sehingga, nantinya diharapkan siswa dapat menjalin kekompakan dalam segi penguasaan materi pelajaran.
''Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menghilangkan sifat individual. serta sebaliknya, untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama diantara siswa,'' ungkapnya.
Secara terpisah, salah sorang staf PMI Cabang Kabupaten Tegal, Mahmudin mengungkapkan bahwa kegiatan sejenis juuga pernah dilaksanakan sebelumnya. Saat itu, kegiatan out bond dilaksanakan bagi siswa yang tergabung sebagai pengurus OSIS di SMAN 2 Tegal.
''Kami sebelumnya juga pernah mendampingi kegiatan outbond di SMA 2 ini. Tapi waktu itu pesertanya adalah pengurus OSIS. Mungkin karena dinilai berhasil, maka kami diminta melatih outbond lagi di sini,'' terangnya.
Ditambahkan oleh Mahmudin, pihaknya juga merasa kagum atas perhatian guru terhadap perkembangan siswanya. Menurutnya, hal itu patut menjadi contoh bagi guru-guru di sekolah yang lain.
''Terus terang kami salut, karena masih ada wali kelas yang memikirkan keadaan siswanya,'' ujarnya.
Kegiatan outbond diawali dengan pemanasan serta diakhiri dengan refleksi seluruh kegiatan yang sudah dijalani. Termasuk pula di dalamnya, diskusi anatar game master dengan peserta. Kegiatan itu dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIB dan berakhir hingga pukul 16.00 WIB.