Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Jumat, 14 Desember 2012

12.12.12.12 Dimulainya Pembangunan Gedung PMI

Peletakan Batu Pertama oleh Sekda Kab. Tegal, Ketua PMI Jateng dan Muspida.

SLAWI - Palang  Merah Indonesia Kabupaten Tegal di penghujung tahun 2012 mewujudkan mimpinya dengan membangun Gedung Baru yang berlokasi di Sebelah barat Alun-Alun Slawi. Kegiatan diawali dengan Peletakan Batu pertama oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal dan Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah pada hari Rabu, 12.12.12.12.

"12.12.12.12 mempunyai makna, yaitu peletakan batu pertama Gedung PMI dilaksanakan pada tanggal 12, bulan 12, tahun 2012 dan jam 12.00 WIB,"terang dr Bimo Bayuadji, disela-sela acara seremonial peletakan batu pertama.

Bimo Selaku Ketua PMI Kabupaten Tegal menjelaskan, pembagunan Gedung PMI direncanakan pembangunannya dilaksankan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan PMI Kabupaten Tegal. "Tahap pertama pembangunan lantai satu bisa tercapai, sedang lantai dua menunggu ada dana susulan,"terangnya.

Gedung Pelayanan PMI Kabupaten Tegal direncanakan dibangun dua lantai. Gedung yang berlokasi di sebelah barat alun-alun Slawi itu akan di jadikan pusat layanan PMI yaitu Posko Penanggulangan Bencana, Pelayanan Sosial, Pembinaan Relawan dan PMR, Pusat Pendidikan dan Latihan, dan sebagai Pelayanan Donor Darah.

Gambar Rencana Gedung Pelayanan PMI Kabupaten Tegal




Perolehan Bulan Dana PMI Capai Rp 736,4 Juta

Sambutan Ketua PMI Prov. Jateng, H. Sasongko Tedjo
 SLAWI - Ketua PMI Jawa Tengah Sasongko Tedjo memuji keberhasilan PMI Kabupaten Tegal yang telah menghimpun dana sebesar Rp 736,4 juta pada Bulan Dana tahun ini. Adapun pada tahun sebelumnya, perolehan Bulan Dana PMI yaitu sebesar Rp 592,7 juta.

“Perolehan bulan dana meningkat sekitar 24 persen. Hal itu menandakan tingkat partisipasi dan kepedulian masyarakat Kabupaten Tegal cukup baik,” ujar Sasongko saat penutupan Bulan Dana PMI Kabupaten Tegal, di Aula Gedung Wanita, Rabu (12/12). Dia melanjutkan, target perolehan bulan dana PMI Jateng yaitu sebesar Rp 15 miliar. Menurutnya, setiap daerah punya potensi untuk meningkatkan perolehan bulan dana hingga Rp 1 miliar, salah satunya lewat potensi jumlah penduduk.

Di Kabupaten Tegal, lanjutnya, terdapat 1, 4 juta penduduk, jika dikenakan Rp 1.000/ orang untuk PMI, sudah bisa mencapai angka Rp 1, 4 miliar.

“Pemkab tinggal merumuskan bagaimana mekanisme penarikannya. Selain itu, sumber dana dari perbankan juga belum sepenuhnya optimal untuk mendukung kegiatan kemanusiaan PMI,” imbuhnya.
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima hasil BD PMI Th. 2012

Ketua PMI Kabupaten Tegal dokter Bimo Bayuadji mengutarakan, capaian perolehan Bulan Dana tahun ini, melampaui target yang ditentukan. Target awal yaitu sebesar Rp 600 juta.

Dia katakan, karena tak dapat alokasi dana dari APBD II, anggaran kegiatan kemanusiaan PMI menggunakan perolehan dana dari masyarakat melalui Bulan Dana PMI. (K22-49,47) Sumber : Suara Medeka.

Kamis, 06 Desember 2012

PMI Gelar Pelatihan ToF Program SSB

Peserta menganalisa salah satu media KIE
SLAWI - Dalam rangka meningkatkan kapasitas sekolah dan  Upaya pengurangan Risiko bencana di lingkungan sekolah, PMI Kabuaten Tegal dengan dukungan Palang Merah Jerman menggelar Pelatihan ToF Program Sekolah Siaga bencana (SSB). Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, yakni dari tanggal 3 s.d 5 Desember 2012 bertempat di Padepokan Wulan tumanggal Desa Dukuh Tengah Kecamatan Bojong. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 34 sekolah setingkat SLTP dan SLTA yang ada di Kabupaten Tegal.

Tujuan dilaksanakan pelatihan ToF ini adalah :

Meningkatnya Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap pembina PMR di Kabupaten Tegal dalam Pengurangan Risiko Bencana.

Dan Setelah mengikuti Pelatihan Tof Program SSB , peserta diharapkan mampu :
a.    Meningkatkan wawasan, pemahaman, kemampuan  dan keterampilannya terhadap Upaya Pengurangan Risiko di Sekolahnya.
b.    Mengembangkan materi – materi Upaya Pengurangan Risiko pada kegiatan pelatihan Pembinaan PMR  di Sekolah masing –masing.
c.    Mengkoordinir Sekolahnya untuk berperan aktif dalam Upaya Pengurangan Risiko .
Siswa SDN Rembl 02 antusias mengikuti sosialisasi UPR bencana


Peserta pelatihan berpose bersama dengan Pengurus dan Fasilitator PMI

Kamis, 29 November 2012

PMR SMA NEGERI 1 PAGERBARANG MEMBUAT LUBANG RESAPAN BIOPORI


Proses membuat lubang biopori
SLAWI - Puluhan anggota Palang Merah Remaja (PMR) unit SMA Negeri 1 Pagerbarang, membuat lubang resapan biopori (LRB). Kegiatan itu adalah salah satu materi yang dipraktekkan secara langsung dalam latihan rutin bagi anggota PMR pada hari Selasa, 28 Nopember 2012.  Dalam kegiatan tersebut mampu membuat 100 lubang resapan biopori, dengan jarak antar lubang sekitar 1 meter.

Kepala SMA Negeri 1 Pagerbarang, Ahmad S.Pd melalui pembina PMR Lukman Hakim SAg menjelaskan, lubang resapan biopori  adalah lubang silindris yang dibuat ke dalam tanah secara vertikal dengan diameter 10 – 30 cm. Adapun kedalamannya sekitar 80 – 100 cm atau tidak melebihi kedalaman muka air tanah. Selanjutnya lubang diisi sampah organik untuk mendorong terbentuknya biopori. “ Biopori adalah pori berbentuk liang (terowongan kecil) yang dibentuk oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman. Dengan asumsi setiap lubang dapat menampung 5 kg sampah organik, dan 5 liter air hujan, dan dalam kegiatan ini berhasil membuat 100 LRB,  itu artinya sama dengan mengolah 500 kg sampah organik menjadi kompos, serta meresapkan 500 liter air hujan ke dalam tanah.” Terangnya.
Kurang lebih 100 lubang terpenuhi

Dijelaskan Lukman, manfaat lubang resapan biopori antara lain untuk memelihara cadangan air tanah, mencegah terjadi keamblesan (subsidence) dan keretakan tanah, mengubah sampah organik menjadi kompos, meningkatkan kesuburan tanah, menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah, serta mengurangi banjir.
“Praktek membuat lubang resapan biopori ini merupakan salah satu contoh dari materi  upaya pengurangan resiko bencana banjir. Hal ini sejalan dengan program SMA Negeri 1 Pagerbarang menuju sekolah siaga bencana. Sesuai surat edaran Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 70a/MPN/SE/2010 perihal Pengarusutamaan Pengurangan Resiko Bencana di Sekolah,”cetusnya.