Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Senin, 11 Juli 2011

PELATIHAN KBBM Sibat PMI, Tekan Resiko Bencana


SEBAGAI upaya mengurangi resiko bencana alam, PMI Kabupaten Tegal, menggelar pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM).

Pelatihan ditujukan bagi anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) yang tersebar di sejumlah daerah rawan bencana. Yakni di enam desa program yang terdiri dari Desa Sigedong, Desa Batumirah, Desa Bumijawa ketiganya di Kecamatan Bumijawa, juga di Desa Pakulaut Kecamatan Margasari, Desa Danareja Kecamatan Bojong, dan Desa Demangharja Kecamatan Warureja.

Kegiatan yang didukung oleh Palang Merah Jerman (GRC) ini baru dilaksanakan di tiga desa yaitu Desa Sigedong, Batumirah, dan Bumijawa Kecamatan Bumijawa. Untuk Desa Sigedong dilaksanakan tanggal 25 April - 3 Mei 2011, Desa Batumirah tanggal 23 - 31 Mei 2011, dan Desa Bumijawa tanggal 25 Juni - 3 juli 2011.

Menurut Pengurus PMI Kabupaten Tegal Drs. H. Sartono, MM, disela-sela pembukaan acara pelatihan Sibat di Desa Bumijawa, mengatakan, kegiatan pelatihan KBBM Sibat ini digelar dalam rangka upaya pengurangan resiko dampak bencana.

"Masyarakat yang dilatih, dalam hal ini Sibat, akan diberi pengetahuan dan ketrampilan tentang langkah-langkah tepat dalam upaya mengurangi resiko akibat bencana," ungkapnya.

Menurut Ketua PMI Kabupaten Tegal dr H Bimo Bayu Adji melalui Humasnya Sunarto, kegiatan yang dilaksanakan selama sembilan hari tersebut diikuti oleh 20 orang Sibat. Mereka dibekali beberapa materi strategis tentang Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat. Materi tersebut antara lain VCA, PRA, Baseline Survey, Pemetaan BKRK, Pengorganisasian Masyarakat dalam UPR, Tanggap Darurat Bencana, Mitigasi Bencana, Pengurangan Resiko, Sistem Peringatan Dini, dan materi penunjang lainnya.

Dengan pemberian materi VCA, PRA, dan Baseline Survey misalnya, bertujuan agar peserta mampu melakukan assesment, dapat mengidentifikasi kapasitas (kekuatan) dan kerentanan (kelemahan) suatu rumah tangga maupun masyarakat, dapat mengevaluasi dampak proyek dalam hal pengurangan resiko, meminimalkan kerentanan, dan meningkatkan kapasitas. Dalam materi ini, peserta melakukan praktek dengan membuat 14 tool VCA/PRA. Adapun materi Beseline Survey, yakni peserta melakukan praktek langsung di masyarakat, serta observasi mencari data kerentanan dan kapasitas.

“Sedang materi lainnya seperti Pemetaan BKRK, bertujuan agar peserta diberi pengetahuan tentang peta ancaman, kerentanan, kapasitas, dan resiko,” terang Sunarto.

Selain teori, lanjut Sunarto, peserta juga melakukan praktek pemetaan dengan GPS. Disini, Sibat melakukan pembuatan peta jalan transek dengan alat GPS (Global Positioning System) untuk membuat lintasan-lintasan (tracking), menandai suatu lokasi (marking), melakukan observasi dengan masyarakat untuk mengumpulkan data-data tentang ancaman, kerentanan dan kapasitas.

“Kemudian data dimasukkan dalam komputer yang sudah diinstal Software Mapsource. Selanjutnya, dibuat peta BKRK desa. Untuk Sibat Desa Sigedong membuat Peta BKRK model spot, sedang Sibat Desa Batumirah dan Bumijawa membuat Peta BKRK model overlay atau peta tumpang susun,” jelas Sunarto.

Diakhir acara pelatihan, dilakukan simulasi penanganan bencana. Salah satu contoh simulasi yang dilakukan di Desa Bumijawa adalah simulasi penanganan bencana tanah longsor di wilayah Dukuh Gupakan RW 7 Desa Bumijawa.

Adapun narasinya, di wilayah Bumijawa terjadi hujan yang terus-menerus. Sibat Bumijawa selalu mengontrol alat peringatan dini (EWS) di Dukuh Gupakan yang dipasang beberapa hari yang lalu. Pada pukul 19.00 WIB, EWS menunjukkan level tiga yang berarti awas. Anggota sibat yang berada di lokasi tersebut memberi kabar kepada komandan Sibat yang selanjutnya melakukan koordinasi dengan anggotanya serta melaporkan kepada PMI, Kades, Camat, dan BPBD Kabupaten Tegal. Sementara itu, sebagian anggota Sibat lainnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk waspada.

Pada pukul 08.00 WIB longsor benar-benar terjadi, banyak masyarakat di tepi tebing menjadi korban. Tim Sibat yang sudah siap siaga di Balai Desa Bumijawa langsung melakukan penanganan. Tim pertama melakukan assessment dan disusul tim pertolongan pertama. Para korban yang ditemukan, langsung dilakukan pertolongan pertama, sebagian ada yang langsung dievakuasi ke tempat yang aman yaitu ke SDN Bumijawa 6 yang dijadikan pula sebagai tempat pengungsian.

Komandan Sibat Bumijawa, Edi Purwanto, mengungkapkan rasa terima kasih kepada PMI yang telah memberikan pelatihan selama sembilan hari, baik teori maupun paktek.

"Materi dapat kami terima dengan baik. Apalagi diakhir acara dilakukan Simulasi, sehingga kami bisa memahami dan mengerti langkah-langkah apa yang harus kami lakukan bila terjadi bencana sungguhan," ungkapnya.

Simulasi ini juga melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Tegal yang dihadiri oleh Kasubid Kesiapsiagaan, Drs Yudo Jatmiko MP, dan Kasubid pencegahan Yulianto. (arief nur rs)

Rabu, 30 Maret 2011

PMI KABUPATEN TEGAL SELENGGARAKAN UJIAN KECAKAPAN PMR "GERAKAN"

SLAWI – Sesuai dengan Program Kerja PMI Kabupaten Tegal tahun 2011, PMI Kabupaten Tegal selenggarakan Ujian Kecakapan PMR bersama.Kegiatan diikuti sebanyak 1.457 anggota PMR Madya dan Wira se Kabupaten Tegal ( Wira sebanyak 736 orang dan Madya sebanyak 721 orang). Kegiatan yang diprakasai oleh Pengurus Forpis (Forum Remaja Palang Merah Indonesia) Kabupaten Tegal itu dilaksanakan selama sehari dengan waktu yang berbeda.Ujian Kecakapan Gerakan PMR Wira pada tanggal 30 Januari 2011 bertempat di Lapangan GOR Tri Sanja Slawi sedangkan PMR Madya dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2011 bertempat di Lapangan Lebaksiu Kidul.

Totok Novariyanto, S.Pd, Koordinator Tim Pelatih PMI Kabupaten Tegal mengatakan, tujuan diadakan Ujian Kecakapan PMR itu disamping program tahunan adalah dalam rangka peningkatan kapasitas anggota PMR di Kabupaten Tegal dan untuk mengetahui sejauh mana pembinaan PMR di Pangkalan-Pangkalan Sekolah. "Sejauh ini pengembangan PMR di Kabupaten Tegal sudah bagus, namun untuk mengetahui secara pasti dapat dilakukan melalui ajang Ujian Kecakapan PMR ini,"ungkapnya. Materi Gerakan Palang Merah yang diujikan mencakup materi 7 Prinsip Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yaitu Kemanusiaan, Kesamaam, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan dan Kesemestaan. Bentuk kegiatannya dengan widegame, dimana peserta ujian harus melalui 7 pos materi gerakan. Masing-masing peserta menyerahkan Buku Kecakapan PMR kepada penguji untuk mendapatkan nilai kecakapan setelah menjawab beberapa pertanyaan dari Tim Penguji.Selanjutnya buku-buku kecakapan ini akan mendapatkan Pengesahan dan Peserta yang dianggap lulus akan mendapatkan Sertifikat dan PIN Kecakapan Gerakan.

Seluruh peserta nampak antusias dalam mengikuti setiap kegiatan yang disajikan, apalagi dalam kegiatan ini peserta dilibatkan mengikuti outbound bersama Panitia yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar sesama anggota PMR di Kabupaten Tegal.
Pada penghujung acara Ujian Kecakapan Gerakan PMR Madya dan Wira, dilaksanakan upacara penutupan sekaligus Upacara Pengukuhan bersama PMR dengan pelaksanaan upacara secara sederhana dengan Pembina Upacara dari Pengurus PMI Kabupaten Tegal.

Senin, 24 Januari 2011

Bulan Dana PMI Capai Rp 364,9 Juta



SLAWI-Pengumpulan sumbangan dana masyarakat melalui Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal tahun 2010 berhasil memperoleh Rp 364.905.100. Pengumpulan Dana yang digunakan untuk kegiatan kemanusiaan itu melampui target yang ditentukan sebesar 100,4%.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tegal Drs. RZ Panca Putra S.M.Si selaku Ketua Umum Panitia Penyelenggara Bulan Dana PMI 2010 dalam sambutanya di acara Penutupan Bulan Dana PMI 2010 dan Pembukaan Musyawarah Kerja PMI 2011 di Ruang Pertemuan Bupati Tegal, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, kegiatan Bulan Dana PMI dimulai sejak 14 Juli 2010. Pelaksanaan kegiatan itu melibatkan 46 seksi usaha. Penggalangan Dana itu dilaksanakan dengan mengedarkan daftar yang mendapat Rp 194,3 juta serta pengedaran kupon Rp 170,5 juta.

"Dana yang terkumpul hingga hari ini (kemarin red) sebanyak 364,9 juta atau realisasi sebesar 100,4 %,"ungkapnya.

Menurut dia, kegiatan yang dilakukan PMI berupa pendukung sarana dan prasarana, pemberian bantuan kepada korban bencana, persiapan SDM yang andal, dan Pelayanan transfusi darah terhadap masyarakat.

Pinjaman Aset
Kegiatan tersebut jelas memerlukan dana yang besar. Apabila hanya dengan mengandalkan hasil Bulan Dana PMI, jelas jauh dari cukup.
"Dukungan Dana Pemkab sangat diperlukan seperti KONI, Pramuka, PKK dan lainnya. PMI juga perlu mendapatkan dana hibah itu,"ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, PMI berharap pula rencana Pemkab untuk meminjamkan aset bekas eks Puskesmas Adiwerna sebagai Kantor UTD PMI Kabupaten Tegal dan bantuan alat pemisah darah trombosit bisa terealisasi. Tidak hanya PMI yang mengharapkan bantuan itu, tapi masyarakat Kabupaten Tegal juga sangat berharap bantuan Pemkab tersebut.

Wakil Bupati H Moch Herry Soelistiyawan SH MHum mengungkapkan, pemkab berharap dana yang terkumpul bisa disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan dan pengembangan SDM. Keberhasilan pencapaian target yang mencapai 100,4% itu juga diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan PMI.

"Saya berpesan manfaatkan dana yang diperoleh secara bijak sesuai dengan aturan yang berlaku, mengingat dana itu berasal dari masyarakat dan harus dipertanggungjawabkan penggunaannya,"tandasnya.

(Dicuplik dari Harian Suara Merdeka, Suara Pantura Slawi, Senin, 24 Januari 2011)

Selasa, 04 Januari 2011

2 PENDAKI GUNUNG SLAMET AKHIRNYA DITEMUKAN






GUCI – Dua pendaki dikabarkan hilang di Gunung Slamet, Kabupaten Tegal. Dua orang yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut melakukan pendakian bersama tujuh teman lainnya pada Jumat (31/12) siang. Mereka berencana merayakan tahun baru di puncak Gunung Slamet.
Karena cuaca buruk, dua orang yakni Adam (23) dan Gilang (22) warga Bekasi terpisah dari teman-temannya hingga dikabarkan hilang. Minggu (2/1) pagi Tim Gabungan Pecinta Alam Alas Slamet (Galas) Kabupaten Tegal yang mendapatkan laporan dari Pos Guci, langsung melakukan pencarian korban. Selama delapan jam, akhirnya kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, hanya mengalami dehidrasi dan kelelahan karena kekurangan air minum, namun kedua korban langsung mendapat penanganan darurat oleh Tim Galas.
Melihat situasi cuaca yang kurang bersahabat, evakuasi dilakukan pagi harinya, hingga pukul 14.30 korban berkasil dievakusi di Pos Guci dalam kondisi baik. Selanjutnya kedua korban mendapat penanganan medis dari Tim Palang Merah Indonesia Kabupaten Tegal.
Imam Santoso Kepala UPTD II OW. Guci mengatakan, sembilan pendaki itu melakukan pendakian tanpa izin pengelola jalur pendakian Gunung Slamet Guci. “Seandainya mereka izin kepada kami, pendakian tidak kami ijinkan. Untuk sementara Jalur pendakian yang melalui Guci kami tutup, karena saat ini cuaca masih buruk yaitu adanya hujan dan kabut tebal dan seandainya terpaksa diijinkan harus ada pendampingan dari Tim Galas kami,” terangnya.
Pengurus Galas, Jimy hartono yang juga merupakan Relawan PMI Kabupaten Tegal menghimbau kepada para pecinta alam yang akan melakukan pendakian di Gunung Slamet, harap melakukan persiapan yang matang, baik persiapan dari Tim maupun koordinasi dengan pihak terkait, sehingga apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, masalah bisa ditangani dengan cepat.
“Koordinasi dengan pihak terkait harus ada dan kekompakan tim juga harus dijaga,”ungkapnya.
Sunarto_humaspmikabtegal