Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Tampilkan postingan dengan label PEMBINAAN PMR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMBINAAN PMR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Maret 2014

Ukur Kompetensi PP, PMI gelar Uji Kecakapan


SLAWI – Dalam rangka mengukur kompetensi anggota PMR dibidang Pertologan Pertama  dan mengukur pencapaian dalam proses pembinaan dan pengembangan PMR, PMI Kabupaten Tegal menggelar Uji Kecakapan Pertologan Pertama bagi anggota PMR Wira se Kabupaten Tegal, Minggu (2/2) di komplek Alun-alun Slawi.

Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan PMI Kabupaten Tegal dan tahun ini kegiatan diikuti oleh sebanyak 634 orang dari 25 PMR Unit Pangkalan Sekolah se Kabupaten Tegal.

Ketua Pengurus PMI Kabupaten Tegal, H Iman Sisworo SH, dalam sambutan acara pembukaan mengatakan, kegiatan Uji Kecakapan merupakan salah satu materi yang ada dalam kurikulum Manajemen PMR. Tujuannya untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka yang diperoleh di pelatihan rutin di sekolah maupun pada latihan gabungan dan Pelatihan di Markas PMI.

“ Sedang tujuan dari uji kecakapan pertolongan pertama sendiri adalah menilai kompetensi anggota PMR dalam bidang Pertolongan Pertama, seperti pemahaman anatomi dan faal dasar, memiliki ketrampilan penilaian penderita, memiliki ketrampilan memindahkan penderita dan lainnya baik teori maupun praktik,”ungkapnya.
 
Ketua Pantia Pelaksana, Firman Hidayat, menuturkan, kegiatan Uji Kecakapan PP yang dilaksanakan sehari itu diikuti peserta dengan penuh antusias dan bersemangat. Terbukti mereka bisa mengerjakan ujian kecakapan secara teori dan praktik dengan baik, apalagi di penghujung acara mereka disuguhkan dengan outbound.
“Nilai rata-rata mereka di atas tujuh, itu membuktikan pembinaan PMR di Pangkalan sekolah sudah menunjukan peningkatan yang bagus. Itu juga tentunya atas peran serta   Pembina dan pelatih yang secara langsung terlibat dalam proses pembinaan,”paparnya.


Senin, 29 April 2013

PMI Gelar Uji Kecakapan PMR

SLAWI – Dalam rangka meningkatkan  kualitas kegiatan kepalangmerahan dan mengukur pencapaian dalam proses pembinaan dan pengembangan PMR, PMI Kabupaten Tegal menggelar Uji Kecakapan PMR Wira se Kabupaten Tegal, Minggu (28/4) di komplek Alun-alun Slawi.

Kegiatan tersebut merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun oleh PMI Kabupaten Tegal dan kali ini yang dilaksanakan adalah Uji Kecakapan Pertolongan Pertama dan Donor Darah. Sebanyak 270 anggota PMR Wira dari siswa-siswi SMA/SMK/MA Kabupaten Tegal mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan antusias.

Pengurus PMI Kabupaten Tegal, bidang SDM, Totok Novariyanto SPd menjelaskan, tujuan kegiatan uji kecakapan itu secara umum adalah untuk menilai sejauh mana tingkat pengetahuan mereka yang diperoleh di pelatihan rutin di sekolah dan menilai secara individu pengembangan  karakter  remaja yang bersih, sehat dan mempunyai sifat sosial kemanusiaan.

“ Sedang tujuan dari uji kecakapan pertolongan pertama sendiri adalah menilai kompeten anggota PMR dalam menguasai materi pertolongan pertama, seperti pemahaman anatomi dan faal dasar, memiliki ketrampilan penilaian penderita, memiliki ketrampilan memindahkan penderita dan lainnya,”ungkapnya.
 
Totok mengurai, untuk uji kecakapan donor darah, peserta dinilai sejauh mana dapat mensosialisasikan donor darah dilingkungannya dan mengajak masyarakat untuk berdonor darah.
“Dari penerapan itu, alhamdulliah mereka berhasil mengajak masyarakat untuk mendonorkan darahnya, terbukti di lokasi kegiatan uji kecakapan, di alun-alun slawi, sebanyak 60 orang mendaftarkan diri untuk berdonor darah di gerai donor darah yang disediakan panita. Dari kegiatan pengambilan darah berhasil diperoleh sebanyak 43 kantong darah,”paparnya.

Sebagai informasi, bahwa beberapa waku yang lalu, di lokasi yang sama juga digelar uji kecakapan PMR Madya berupa uji kecakapan kepemimpinan yang diikuti sebanyak 181 anggota PMR dari siswa-siswa setingkat SMP/MTs.
Di kegiatan ini mereka diuji tentang pengetahuan dan penerapan kepemimpinan, seperti pengetahuan pemahaman kerjasama, motivasi dan dinamika kelompok.

Rabu, 02 Januari 2013

JUMBARA PMR AJANG KAMPANYE PENGURANGAN RISIKO BENCANA

Ini menggambarkan Kita Wajib menjaga alam kita, selamatkan pohon.


SLAWI - Jumbara PMR yang digelar tiga hari yang lalu munculkan beragam kreasi Remaja Palang Merah dalam mengkampanyekan pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Media Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) yang mereka buat diarak dalam suatu lomba "KARNAVAL" keliling Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi. Melalui kegiatan itu diharapkan masyarakat tahu, paham dari ajakan pengurangan risiko bencana maupun dampak perubahan iklim melalui Media KIE.
Dua anggota PMR sebagai maskot " Stop Global Warming"



Ini adalah kreasi anak PMR dengan mendesain Bak Cat Bekas menjadi Tong Sampah sebagai media KIE






































JUMBARA XI PMR DIGELAR

Bupati Tegal menyerahkan Tropy Bergilir Jumbara PMR Th. 2012
SLAWI – Dalam Rangka mengevaluasi Pembinaan kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) di Sekolah, PMI Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) PMR XI, tanggal 29 s.d 31 Desember 2012 bertempat di Lapangan Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu diikuti 47 regu PMR Wira setingkat SLTA dan 61 regu PMR Madya setingkat SLTP, dengan jumlah kurang lebih 1.300 orang.

Wakil Ketua I PMI Kabupaten Tegal, selaku Ketua Panitia Penyelenggara, Drs H Sartono MM menjelaskan, tujuan dilaksanakan Jumbara PMR itu dalam rangka mengevaluasi kegiatan Pembinaan PMR di pangkalan Sekolah yang ada di Kabupaten Tegal, baik untuk PMR madya maupun PMR Wira “Materi kepalangmerahan yang mereka pelajari di sekolah kita evaluasi dalam bentuk kegiatan Jumbara yang dilaksanakan dalam dua tahun sekali,”jelasnya.

Sementara itu Koordinator Lomba Jumbara PMR, Totok Novariyanto S.Pd lebih tekhnis menjelaskan, materi yang dilombakan meliputi Travelling Kepalangmerahan, Cerdas Tangkas, Kreasi Remaja, Speech Contest, Drama penyuluhan kebersihan dan kesehatan, Remaja Sehat, dan Pentas seni. “Khusus untuk materi Travelling Kepalangmerahan ada tujuh materi yang dilombakan, yaitu Gerakan Palang Merah, Pertolongan Pertama, Kesehatan Remaja, Kesehatan Sanitasi dan lingkungan, Kepemimpinan, Donor Darah dan Siaga Bencana,”paparnya.

Adapun untuk Juara Umum Jumbara PMR XI Tahun 2012, Juara Umum Tingkat PMR Madya disandang oleh PMR Unit SMP Negeri 1 Slawi, sedang Juara Umum Tingkat PMR Wira disandang oleh PMR Unit SMK Negeri 1 Slawi. Juara Umum mendapatkan Tropy Bergilir dari Bupati Tegal dan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Tegal usai acara penutupan Jumbara PMR, Senin (31/12).
 

Senin, 17 Desember 2012

6 SEKOLAH SIAGA BENCANA GELAR SIMULASI


SLAWI - Sebanyak Enam Sekolah Progam Sekolah Siaga Bencana baru-baru ini menggelar Simulasi Penanganan Bencana pada minggu kedua Desember kemarin. Keenam sekolah tersebut antara lain SMP N 2 Bojong, SMP N 1 Warureja, SMP N 3 Bumijawa, SMP N 2 Margasari, MTs NU Sigedong dan SMK N 1 Bumijawa. Pihak yang terlibat dalam pelaksanaan simulasi tersebut adalah semua warga sekolah yang terdiri dari unsur Siswa, PMR, Guru, TU, penjaga sekolah dan kantin.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji mengatakan, tujuan diadakan simulasi penanganan bencana di sekolah adalah dalam rangka Upaya Pengurangan Risiko bencana bagi warga sekolah terutama siswa. "Anak sekolah merupakan golongan yang rentan terkena dampak bencana di sekolah. Oleh karena itu, baik guru maupun semua komponen yang ada di sekolah bertanggungjawab terhadap keselamatan siswa selama berada di sekolah, terutama sekolah yang berlokasi di daerah rawan bencana,"ungkapnya.

Koordinator Pendampingan Simulasi PMI Kabupaten Tegal, Thamalia Haristiani S.HI menjelaskan, dalam melaksanakan simulasi bencana disekolah, mereka berpedoman pada Standar Operasional Prosedur penanganan bencana yang dibuat. "Dengan kegiatan simulasi semacam ini, diharapkan semua komponen yang ada disekolah paham akan peran masing-masing sesuai SOP tanggap darurat yang telah dibuat. Mereka akan berbuat apa dan mau apa bila terjadi bencana sesungguhnya,"jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam rangka mencapai tujuan Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah tersebut, sekolah Program sudah melaksanakan kegiatan antara lain latihan rutin PMR di sekolah, sosialisasi kesiapsiagaan di sekolah kepada seluruh warga sekolah serta kampanye pengurangan resiko bencana. "Selain itu, telah diberikannya bantuan peralatan pertolongan pertama, tandu, tabung pemadam kebakaran, Megaphone dan tempat tidur,"paparnya.

Kegiatan simulasi penanganan bencana di enam sekolah di Kabupaten Tegal terselenggara atas dukungan dari Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Jerman (German Red Cross).


Kamis, 06 Desember 2012

PMI Gelar Pelatihan ToF Program SSB

Peserta menganalisa salah satu media KIE
SLAWI - Dalam rangka meningkatkan kapasitas sekolah dan  Upaya pengurangan Risiko bencana di lingkungan sekolah, PMI Kabuaten Tegal dengan dukungan Palang Merah Jerman menggelar Pelatihan ToF Program Sekolah Siaga bencana (SSB). Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, yakni dari tanggal 3 s.d 5 Desember 2012 bertempat di Padepokan Wulan tumanggal Desa Dukuh Tengah Kecamatan Bojong. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 34 sekolah setingkat SLTP dan SLTA yang ada di Kabupaten Tegal.

Tujuan dilaksanakan pelatihan ToF ini adalah :

Meningkatnya Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap pembina PMR di Kabupaten Tegal dalam Pengurangan Risiko Bencana.

Dan Setelah mengikuti Pelatihan Tof Program SSB , peserta diharapkan mampu :
a.    Meningkatkan wawasan, pemahaman, kemampuan  dan keterampilannya terhadap Upaya Pengurangan Risiko di Sekolahnya.
b.    Mengembangkan materi – materi Upaya Pengurangan Risiko pada kegiatan pelatihan Pembinaan PMR  di Sekolah masing –masing.
c.    Mengkoordinir Sekolahnya untuk berperan aktif dalam Upaya Pengurangan Risiko .
Siswa SDN Rembl 02 antusias mengikuti sosialisasi UPR bencana


Peserta pelatihan berpose bersama dengan Pengurus dan Fasilitator PMI

Kamis, 29 November 2012

PMR SMA NEGERI 1 PAGERBARANG MEMBUAT LUBANG RESAPAN BIOPORI


Proses membuat lubang biopori
SLAWI - Puluhan anggota Palang Merah Remaja (PMR) unit SMA Negeri 1 Pagerbarang, membuat lubang resapan biopori (LRB). Kegiatan itu adalah salah satu materi yang dipraktekkan secara langsung dalam latihan rutin bagi anggota PMR pada hari Selasa, 28 Nopember 2012.  Dalam kegiatan tersebut mampu membuat 100 lubang resapan biopori, dengan jarak antar lubang sekitar 1 meter.

Kepala SMA Negeri 1 Pagerbarang, Ahmad S.Pd melalui pembina PMR Lukman Hakim SAg menjelaskan, lubang resapan biopori  adalah lubang silindris yang dibuat ke dalam tanah secara vertikal dengan diameter 10 – 30 cm. Adapun kedalamannya sekitar 80 – 100 cm atau tidak melebihi kedalaman muka air tanah. Selanjutnya lubang diisi sampah organik untuk mendorong terbentuknya biopori. “ Biopori adalah pori berbentuk liang (terowongan kecil) yang dibentuk oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman. Dengan asumsi setiap lubang dapat menampung 5 kg sampah organik, dan 5 liter air hujan, dan dalam kegiatan ini berhasil membuat 100 LRB,  itu artinya sama dengan mengolah 500 kg sampah organik menjadi kompos, serta meresapkan 500 liter air hujan ke dalam tanah.” Terangnya.
Kurang lebih 100 lubang terpenuhi

Dijelaskan Lukman, manfaat lubang resapan biopori antara lain untuk memelihara cadangan air tanah, mencegah terjadi keamblesan (subsidence) dan keretakan tanah, mengubah sampah organik menjadi kompos, meningkatkan kesuburan tanah, menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah, serta mengurangi banjir.
“Praktek membuat lubang resapan biopori ini merupakan salah satu contoh dari materi  upaya pengurangan resiko bencana banjir. Hal ini sejalan dengan program SMA Negeri 1 Pagerbarang menuju sekolah siaga bencana. Sesuai surat edaran Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 70a/MPN/SE/2010 perihal Pengarusutamaan Pengurangan Resiko Bencana di Sekolah,”cetusnya.

Senin, 12 November 2012

PMI gelar pelatihan kepemimpinan

Peserta melakukan diskusi Kelompok salah satu materi Pelatihan
SLAWI – Dalam rangka menyiapkan kader-kader PMR yang potensial, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal baru-baru ini menggelar Pelatihan Kepemimpinan bagi anggota PMR Wira se Kabupaten Tegal, bertempat di Gedung Bima Satria Dinas Dikpora Kabupaten Tegal.
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yakni dari tanggal 10 sd 11 Nopember 2012 dan diikuti sebanyak 71 anggota PMR Wira dari 35 Sekolah yang ada di Kabupaten Tegal. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua I PMI Kabupaten Tegal, Drs H Sartono, MM.
Wakil Ketua I, Drs Sartono MM membuka Acara Pelatihan
 
Dalam sambutannya, Drs H Sartono MM mengatakan, anggota PMR harus mempunyai kemampuan berorganisasi dan mengelola organisasi. “Melalui pelatihan kepemimpinan ini saya berharap peserta dapat lebih mampu memanajemen organisasi PMR di Sekolah dengan baik. Selain itu, bekal yang nantinya didapat dalam pelatihan dapat dikembangkan di pangkalan sekolahnya masing-masing,”jelasnya.
 
Sementara itu Panitia Penyelenggara, Mahmudin menjelaskan, selama dua hari panitia dibekali dengan Materi Dinamika Kelompok, Kepemimpinan, Komunikasi, Kerjasama, Motivasi, Gender, Peer leadership, Metode Pembelajaran PRS. “Semua materi berpedoman pada Tri Bakti PMR dan dalam pelaksanaanya anggota PMR berprinsip pada dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional,”terangnya.
"Samson Delila, merupakan game penyemangat dlm peltihan"
 
Di akhir kegiatan, seluruh peserta pelatihan mengikuti kegiatan outbound. Salah satu tujuan Outbound itu sendiri adalah untuk  membentuk karakter jiwa kepemimpinan, sehingga sepulang pelatihan sudah memiliki bekal ilmu yang cukup dalam rangka pengembangan ke-PMR-an di Sekolah.