SLAWI - Seorang
Balita (2,4 tahun) dinyatakan hilang saat terperosok di saluran air disamping
rumahnya, Jum'at (28/2) pukul 18.00 Wib. Dia jterperosok dan jatuh ke saluran
hingga terbawa arus kearah sungai kambangan yang tidak jauh dari rumanhya. Saat
itu hujan sangat deras. Korban adalah
Nurdiana, bocah perempuan manis berumur dua tahun empat bulan warga Desa
Kambangan RT 14 RW 2. Dia jatuh ke selokan tanpa pengawasan Ibunya karena
Ibunya sedang ke dapur.
Sabtu, 01 Maret 2014
Balita terseret arus selokan
Senin, 17 Februari 2014
Banjir Sidoharjo, PMI terjunkan Relawan
Guna antisipasi banjir, PMI menerjunkan Tim Satgananya untuk turun ke Lokasi kejadian. Disana melakukan asesment dan mendirikan pos koordinasi untuk memantau perkembanngan air rob.
Koordinator Operasi PMI Kabupaten Tegal, Tri Winarno mengatakan, satu Tim Satgana diterjunkan kelokasi banjir rob dengan perbekalan lengkap, dari menyiapkan Rompi pelampung hingga peralatan medis.
"Tim Satgana disipakan untuk antisipasi kalau terjadi apa-apa. Dilokasi Tim PMI juga melakukan asesment dan menddirikan Pos Koordinasi di TKP sebagai tempat pemantauan perkembangan ketinggian luapan air,"katanya.
Jumat, 14 Februari 2014
Kelud meletus, PMI bagikan masker
SLAWI -- Dampak letusan
Gunung Kelud Jawa Timur beberapa hari yang lalu menjalar sampai ke Jawa Tengah,
khususnya Kabupaten Tegal bagian selatan. Abu Vulkanik tersebar di Wilayah Kecamatan
Bumijawa dan sekitarnya. abu vulkanik ketebalan
setengah sampai satu cm tersebar di rumah-rumah penduduk, pesawahan hingga fasilitas umum. Dampak abu vulkanik juga dirasakan oleh
pengguna jalan raya. Pengendara sepeda motor banyak menghentikan kendaraan dan
menepi.
PMI Bagikan masker
Guna mengantisipasi penyakit saluran pernapasan dan paru, PMI Kabupaten Tegal bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten pada jum’at (14/2/2014) membagikan masker secara Cuma-Cuma bagi masyarakat yang terkena abu vulkanik Gunung Kelud. Sebanyak 5.000 masker dibagikan oleh Relawan PMI dan Petugas Kesehatan Puskesmas Bumijawa di Desa Bumijawa dan Sigedong.
Guna mengantisipasi penyakit saluran pernapasan dan paru, PMI Kabupaten Tegal bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten pada jum’at (14/2/2014) membagikan masker secara Cuma-Cuma bagi masyarakat yang terkena abu vulkanik Gunung Kelud. Sebanyak 5.000 masker dibagikan oleh Relawan PMI dan Petugas Kesehatan Puskesmas Bumijawa di Desa Bumijawa dan Sigedong.
Ketua PMI Kecamatan Bumijawa selaku koordinator aksi simpatik,
Kholis mengatakan, tujuan dibagikan masker itu adalah sebagai antisipasi
terjankitnya penyakit saluran pernapasan dan mata (ISPA).
“Masker dibagikan karena masyarakat Bumijawa sudah banyak yang
merasakan sesak pernapasan dan dada. Kami bersama dinas kesehatan langsung
merespon dan membagikan masker,”katanya disela-sela membagikan masker di Desa
Sigedong Bumijawa.
Sementara itu, Agung salah satu pengendara motor menyampaikan
terima kasih kepada PMI dan Dinas Kesehatan yang telah merespon cepat dengan
aksi simpatik dengan membagikan masker.
“Dengan masker ini, saya bisa melanjutkan perjalanan dengan
nyaman,”katanya.
Menurut pantaun Sibat Sigedong
relawan PMI, Gunawan menuturkan, kindisi sampai dengan Sabtu (15/2/2014) Abu vulkanik yang masuk di wilayahnya sudah tidak ada, namun
beberapa orang merasakan sakit mata.
Guna antsisipasi itu, Puskesmas Bumijawa siap melayani 24 jam bagi masyarakat yang mengalami sakit
mata dan gangguan pernapasan.
Kamis, 30 Januari 2014
Bakorwil III Jateng bentuk jejaring penanganan bencana
Pekalongan – Sebagai
upaya meningkatkan koordinasi dan komunikasi PMI Kabupaten/Kota dalam
penanganan kebencanaan di wilayah kerja Bakorwil III, telah digelar Rapat
Koordinasi Pembentukan Jejaring Penanganan Bencana PMI Kabupaten/Kota se Korwil
III pada tanggal 30 Januari 2014 di Ruang Pertemuan Rumah Jabatan Kepala Bakorwil III Jawa Tengah di Pekalongan.
Kegiatan rakor diikuti sebanyak 54 anggota Pengurus PMI Kecamatan dari 7 PMI Kabupaten se eks karesidenan Pekalongan.
Sebelumnya juga
telah dilaksanakan kegiatan yang sama, yaitu pada tanggal 28 Januari 2014
dengan peserta dari Pengurus PMI Kecamatan rawan bencana se eks karesidenan
Banyumas yang diikuti sebanyak 45 peserta.
Kepala Bakorwil III
Jateng, Ir Satriyo Hidayat, dalam sambutanya mengatakan, tujuan digelarnya acara
ini adalah untuk menyamakan persepsi dan pemahaman serta keterpaduan gerak
langkah atau strategi dalam penanganan kebencanan di Wilayah Bakorwil III
Provinsi Jawa Tengah.
“Selain itu sebagai
upaya untuk menguatkan jejaring penanganan bencana PMI Kabupaten/Kota terkait
koordinasi penanganan bencana, terutama
lintas Kabupaten/Kota,”katanya.
Untuk sharing dan
penambahan pengetahuan terkait penanganan Bencana, Bakorwil III menghadirkan
pemateri dari PMI Banjarnegara, PMI Brebes dan dari Bakorwil III sendiri.
Pemateri dari
Bakorwil III, Sugiarto S.Sos mengatakan, Bakorwil III telah membuat account
jejaring sosial yaitu facebook dengan nama “Kesiapsiagaan Bencana Korwil III”.
“Dibuatnya
jejaring
sosial melalui facebook ini karena mudah dioperasikan. Kita manfaatkan
sarana
yang sudah ada dan melalui facebook ini segala informasi terutama
informasi
kebencanaan akan cepat kita akses sehingga penanganan akan lebih cepat.
Untuk
itu kami harap kepada peserta rakor terutama PMI Kecamatan dan relawan
untuk bisa bergabung dalam rangka untuk memberikan informasi kejadian
bencana diwilayahnya ,”ungkapnya.
Langganan:
Postingan (Atom)






