Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Sabtu, 02 Mei 2009

PMI Pasang Penunjuk Jalur Evakuasi

* Sungai Gung Diprediksi Sebagai Aliran Lahar Panas
PALANG Merah Indonesia (PMI) cabang Kabupaten Tegal sejak Kamis (30/4) kemarin memasang papan penunjuk jalur evakuasi bagi warga yang berada di daerah rawan bencana letusan Gunung Slamet. PMI menentukan sebanyak 3 titik awal pengungsian. Yakni Desa Batumirah Kecamatan Bumijawa, Desa Tuwel Kecamatan Bojong, dan Desa dawuhan Kecamatan Sirampog (Brebes). Ketiga lokjasi ini dijadikan sebagai titik awal evakuasi warga, selanjutnya warga akan dievakuasi oleh Tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam (Satlak PBA) Pemkab Tegal ke lokasi yang lebih aman.
Menurut koordinator lapangan (korlap) tanggap darurat PMI cabang Kabupaten Tegal, Mahmudin, saat ini pihaknya telah memasang penunjuk arah pengungsian di Desa Guci termasuk Kecamatan Bumijawa dan Dukuh Pekandangan Desa Rembul Kecamatan Bojong, Kamis (30/4) lalu. Jumat (1/5) kemarin, pemasangan penunjuk arah dilanjutkan di Dukuh Sawangan yang termasuk Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa. Rencananya, pemasangan penujuk arah akan dilanjutkan, Sabtu (2/5) hari ini, di Dukuh Liwung Desa Kedawung Kecamatan Bojong.
''Kami memasang penunjuk arah evakuasi awal agar warga tidak kebingungan saat benar-benar terjadi bencana. Setelah warga berada di lokasi aman, akan dikoordinasikan dengan Tim Satlak PBA untuk dievakuasi ke daerah pengungsian yang telah ditentukan,'' terangnya.
Dijelaskan Mahmudin, penetuan titik awal evakuasi warga berdasarkan peta aliran lahar panas Gunung Slamet. PMI menentukan titik awal agar warga dapat terhindar dari aliran lahar panas, yang diperkirakan akan mengalir di daerah hulu Sungai Gung. Bagi warga Desa Guci (Bumijawa) dan Desa Rembul (Bojong) terutama Dukuh Pekandangan, Dukuh Karanganyar, dan Dukuh Kemaron, titik awal evakuasi diarahkan ke desa Tuwel Kecamatan Bojong. Bagi warga Dukuh Sawangan Desa Sigedong diarahkan pada titik awal evakuasi ke Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog (Brebes). sedang bagi warga Dukuh Liwung Desa Kedawung diarahkan ke titik awal evakuasi di Desa Kedawung yang berdekatan dengan Desa Tuwel Keduanya termasuk Kecamatan Bojong.
''Prinsipnya, untuk titik awal evakuasi kami mengambil jalur yang sekiranya dapat menghindari jalur aliran lahar panas,'' terangnya.
Ditambahkan Mahmudin, dalam pemasangan penunjuk arah evakuasi, pihaknya juga sekaligus memberikan pemahaman kepada warga di daerah bencana. Warga dihimbau agar tetap tenang dan harus tetap waspada jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas Gunung Slamet.
PERSIAPKAN LOGISTIK
Demi mengantisipasi keadaan darurat, jika terjadi peningkatan aktivitas gunung slamet, PMI cabang Kabupaten Tegal mempersiapkan logistik serta sarana dan prasarana yang sekiranya dibutuhkan bagi warga pengungsi. Beberapa persiapan yang dilakukan diantaranya, dengan mempersiapkan bantuan ratusan masker dan 2 set sarana dapur umum bagi pengungsi. Selain itu, PMI juga telah mempersiapkan tarpolin (terpal) sebanyak 300 lembar, masing-masing berukuran 4 m x 6 m. Tarpolin ini nantinya dapat dipergunakan sebagai alas tidur atau dapat pula dipergunakan sebagai tenda darurat.
Menurut Ketua PMI cabang Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayu Adji, tarpolin tersebut merupakan bantuan dari Pengurus Daerah (PD) PMI Jawa Tengah, yang diterima Kamis (30/4) malam. Ke depan direncanakan, PD Jawa Tengah akan kembali memberikan bantuan berupa tenda pengungsian.
''Untuk tenda pengungsian, kami belum tahu secara pasti jumlahnya. Rencananya, PMI Pusat juga akan menambah bantuan, selain tenda pengungsian juga logistik dan sarana prasarana lainnya,'' terang dia.
Selain mempersiapkan logistik, sarana dan prasarana, PMI cabang Tegal juga mempersiapkan tenaga relawan yang akan diperbantukan di daerah pengungsian. Untuk saat ini, tercatat sebanyak 60 relawan yang telah terlatih menangani keadaan darurat masal di daerah bencana. Selain itu, PMI juga tengah mempersiapkan relawan di tingkat ranting dan desa, terutama di Kecamatan Bojong dan Bumijawa.
''Kami sudah menyiagakan 60 relawan, mereka sudah terlatih menangani keadaan darurat. Saat ini kami juga sedang melakukan koordinasi dengan PMi Ranting Bojong dan Bumijawa agar menyiagakan tenaga relawan,'' jelasnya.
Dukungan kepada PMI cabang Kabupaten Tegal tidak hanya berasal dari PD PMI Jawa Tengah. Dukungan juga diberikan oleh PMI cabang Kota Tegal. Menurut dr H Bimo, PMI cabang Kota Tegal telah menyatakan kesiapannya memberikan dukungan kepada PMI cabang kabupaten tegal dalam penanganan bencana Gunung Slamet.
''PD PMI Jawa Tengah siap mendukung operasi yang akan dilakukan PMI cabang Kabupaten Tegal, jika terjadi tanggap darurat bencana Gunung Slamet. PMI cabang Kota Tegal juga menyatakan kesiapan mereka. Untuk ini, kami sangat berterimakasih,'' ujarnya.
Dalam mengantisipasi keadaan darurat bencana Gunung Slamet, PMI cabang Kabupaten Tegal melakukan koordinasi dengan tim Satlak PBA Pemkab Tegal.. (aan). Radar Tegal, 2/5/2009.

Selasa, 14 April 2009

KSR PMI Programkan Pelatihan Sibat

* Dari Raker KSR PMI Cabang Kabupaten Tegal

KORPS Suka Rela (KSR) PMI Cabang Kabupaten Tegal merencakan program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat). Program tersebut diwujudkan dalam bentuk pelatihan penaggulangan bencana serta kesiagaan menghadapi bencana alam. Program ini terutama ditujukan bagi warga yang tinggal di sejumlah lokasi yang rawan terjadinya bencana alam.

Hal ini terungkap saat digelar Rapat Kerja (raker) KSR PMI Cabang kabupaten Tegal, baru-baru ini. Selain membahas program Sibat, KSR juga membahas sejumlah program kerja lainnya yang akan dilaksanakan dalam tahun 2009 ini. Raker diikuti sejumlah pengurus KSR dan pengurus PMI Cabang Kabupaten Tegal.

Menurut Mashuri, salah seorang pengurus KSR PMI Cabang Kabupaten Tegal, rencana pelatihan program Sibat akan digelar antara lain di Desa Batumirah Kecamatan Bumijawa. Pasalnya, daerah ini dinilai sebagai daerah yang rawan terjadinya bencana tanah longsor.

''Untuk program Sibat, warga akan dilatih menghadapi keadaan bencana. Baik sebelumnya, saat bencana, maupun paska terjadinya bencana,'' terangnya.

Dalam raker ini, KSR juga membicarakan agenda rencana rekruitmen anggota, yang lebih diutamakan pada anggota PMI yang masih berstatus sebagai siswa yang duduk di kelas XII SMA/SMK/MA.

Kami juga berencana merekrut calon anggota KSR. terutama dari anggota PMR golongan Wira yang masih duduk di kelas 3 SMA/SMK/MA. Diharapkan nantinya, setelah lulus mereka mau aktif menjadi anggota KSR,'' terangnya.

Seksi Diklat PMI Cabang Kabupaten Tegal, Mahmudin, menyatakan, raker KSR ini terutama bertujuan untuk merumuskan program kerja tahunan yang akan dilaksanakan oleh pengurus KSR PMI Cabang Kabupateh Tegal. Dengan adanya perencanaan yang matang agar kinerja KSR dapat terencana dengan baik.

''Raker ini untuk merumuskan rencana kerja KSR selama tahun 2009. Ini merupakan agenda rutin yang harus dilaksanakan sebagai bagian dario perencanaan kerja KSR,'' ujarnya.

Raker KSR PMI Cabang Kabupaten Tegal juga dihadiri sejumlah utusan dari KSR unit Banjaran dan unit Stikes Bhamada Slawi.

PMI BANTU KORBAN KEBAKARAN

SLAWI – PERISTIWA kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah milik warga di RT 06 RW 05 Desa Dukuhwringin Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal, senin (6/4) lalu, mendapatkan perhatian dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Tegal.

Demi meringankan beban penderitaan korban kebakaran, hari itu juga PMI Cabang Kabupaten Tegal menyerahkan bantuan berupa 3 buah paket sembako serta seragam dan alat tulis sekolah. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Ketua PMI Cabang Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji kepada korban kebakaran, disaksikan Kades dan Aparat Desa Dukuhwringin.

PMI Cabang Kabupaten Tegal menyerahkan bantuan berupa 3 buah paket sembako yang masing-masing paket sembako berisi beras (20 Kg), gula pasir (2 Kg), the (2 pak), Minyak Goreng (1 Kg), Kecap Manis (1 Kg), Mie Instan (1 dus), dan Higienis kit (1 buah). Selain itu, PMI Cabang Kabupaten Tegal juga menyerahkan 1 buah paket yang berisikan 2 stel seragam sekolah, tas dan alat tulis sekolah.
Bantuan diterima oleh 3 orang Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran yang terdiri dari Suniti (50), Muamar (27) dan Kuswoyo (35).

Dalam kesempatan tersebut, Kades Dukuhwringin, Sutigjo, yang turut mendampingi dalam peyerahan bantuan menyampaikan ucapan terima kasih kepada PMI Cabang Kabupaten Tegal yang telah peduli dengan penderitaan warganya yang menjadi korban kebakaran rumah.

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI yang cepat tanggap membantu warga yang menjadi korban kebakaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PMI Cabang Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji usai menyerahkan bantuan mengungkapkan, penyerahan bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian PMI terhadap penderitaan sesama, yang menjadi korban kebakaran.
“Bantuan ini juga berasal dari dana yang dihimpun oleh masyarakat melalui kegiatan Bulan Dana PMI,” ujarnya.

Musibah kebakaran yang menimpa rumah warga yang tinggal di RT 06 RW 05 Desa Dukuhwringin terjadi senin(6/4) lalu, sekitar pukul 06.00 WIB. Api membakar habis rumah beserta isinya yang ditinggali 3 kk atau 8 jiwa. Kejadian diduga bermula dari percikan api yang berasal dari kompor, yang menyambar bensin. Kebetulan rumah korban juga dijadikan sebagai tempat menjual bensin. Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut. Meskipun demikian, diperkirakan kerugian mencapai lebih kurang Rp 100 juta.

PMI Rintis Usaha Konveksi

* Bangkitkan Kemandirian KSR

PALANG MERAH INDONESIA Cabang Kabupaten Tegal sebulan yang lalu merintis usaha konveksi. Hal ini untuk membangkitkan dan memberdayakan tenaga Korps Suka Rela (KSR) yang dimiliki. Usaha ini juga sebagai bentuk kepedulian PMI terhadap kiprah KSR, yang selama ini telah banyak mencurahkan tenaganya untuk membantu sesama.

Menurut Kepala Markas PMI cabang Kabupaten Tegal, Mahmudin, perintisan usaha, yang kemudian diberi label ''volunteer'' itu, bermula dari keprihatinan terhadap kondisi anggota KSR PMI. Pasalnya, PMI cabang selalu membutuhkan tenaga KSR PMI, terutama saat melaksanakan aksi kemanusiaan. Sehingga untuk lebih mengoptimalkan anggota KSR, dibutuhkan sebuah sarana usaha, demi menunjang kebutuhan hidup anggota KSR tersebut.

''Jadi PMI tidak hanya menggunakan tenaga anggota KSR saja. Tapi kita juga perlu memikirkan kebutuhan ekonomi mereka,'' ujarnya.

Dijelaskan Mahmudin, untuk merealisasikan usaha konveksi tersebut, PMI cabang Kabupaten Tegal membantu dari segi permodalan. Besarnya dana yang diberikan sejumlah Rp 31 Juta. Bantuan dana ini, Rp 16 juta diantaranya untuk pembelian peralatan dan sisanya sebesar Rp 15 Juta dipergunakan sebagai modal awal.

''Untuk alat, sudah dibeli dan dipasang. Sementara dana sisanya untuk modal awal pembelian bahan baku. Sekarang ini kami sudah siap beroperasi,'' terangnya.

mahmudin menambahkan, ke depan diharapkan rintisan usaha tersebut dapat berkembang lebih besar lagi. Sehingga nantinya mampu memberikan kesejahteraan bagi anggota KSR. Termasuk juga untuk membantu kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PMI cabang.

''Nantinya kalau sudah besar, kami ingin agar setiap anggota KSR bisa direkrut sebagai pegawai di markas. Untuk honornya, bisa diambilkan dari keuntungan dari usaha ini,'' imbuhnya.

Salah seorang anggota KSR yang juga menjadi salah satu pengelola usaha konveksi, Mashuri, mengaku merasa tertantang dengan ide perintisan usaha kemandirian tersebut. Dia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin mengelola unit usaha konveksi itu agar memiliki keuntungan yang semakin besar.

''Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan usaha ini. Toh tujuannnya juga untuk kemandirian anggota KSR,'' ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI cabang Kabupaten Tegal dr H Bimo Bayu Adjie mengaku sangat mendukung ide pengelolaan usaha konveksi tersebut. Menurutnya, adanya pengelolaan usaha itu dapat mendidik kemandirian dan tanggung jawab anggota KSR.

''Kami sangat menyambut baik ide pengelolaan usaha konveksi ini. PMI akan mendukung semaksimal mungkin,'' ujarnya.

Untuk sementara pengelola usaha konveksi diserahkan kepada 4 orang anggota KSR. Ke-4 anggota KSR tersebut dipilih karena kesanggupannya untuk mengelola sepenuhnya rintisan usaha konveksi tersebut. Diharapkan rintisan usaha kemandirian ini dapat dijadikan teladan bagi institusi maupun organisasi massa lainnya.