Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Kamis, 08 September 2011

PMI bantu 5 korban kebakaran Buniwah


Relawan PMI membersihkan lokasi kebakaran
BOJONG – Musibah Kebakaran yang menimpa 8 rumah warga di RT 3 RW 2 desa Buniwah, Kecamatan Bojong, memantik keprihatinan sejumlah pihak. Salah satunya muncul dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal.
Musibah yang terjadi Senin(5/9) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB itu, mengakibatkan 5 rumah papan milik warga ludes rata dengan tanah serta 3 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Adapun rumah yang ludes itu diantaranya milik Khamami (40) yang di huni 3 jiwa, Suranto (50) yang dihuni 4 orang, Kadar(55) yang dihuni 5 orang, Suryat(60) yang dihuni 1 orang, dan Muhyono (45) yang dihuni 5 orang. Diperkirakan kerugian yang diderita masing-masing rumah antara 40 juta sampai 50 juta. Kecuali rumah milik Muhyono (45), dengan tambahan kerugian berupa terbakarnya uang tunai Rp. 65 Juta dan emas 26 gram.
Kesimpulan sementara menyebutkan, musibah kebakaran diduga kuat berasal dari konsleting arus listrik yang berasal dari rumah milik Khamami. Percikan api kemudian membesar dan menghanguskan rumah warga di sekitarnya.
Kejadian itupun kemudian oleh Camat Bojong Drs. H. Imam Masykur MSi dilaporkan ke PMI Kabupaten Tegal. Laporan dari Camat Bojong yang juga Pengurus PMI Kabupaten Tegal itu, diterima oleh Kepala Markas PMI, Mahmudin.
Usai menerima laporan, PMI langsung bergerak ke lokasi kejadian kebakaran. Sebagian relawan yang sebelumnya telah berada di sekitar lokasi kejadian, sudah langsung membantu memadamkan api bersama warga. Relawan PMi yang berjumlah 25 orang itu, dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji, yang juga ikut membantu membersihkan puing-puing bekas kebakaran.
memilah-milah Material bekas yg bisa digunakan kembali

Adapun Relawan PMI yang dilibatkan terdiri dari unsur KSR Unit Markas, Bumijawa dan relawan SIBAT Bumijawa. Selain membantu memadamkan api dan membersihkan puing-puing, para relawan PMI bersama warga juga membuat tenda darurat untuk tempat huni sementara bagi para korban.
Menurut Ketua PMI Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji, langkah yang ditempuh PMI itu sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah kebakaran.

Ketua PMI Kab. Tegal menyerahkan paket bantuan
 
Bantuan diserahkan oleh Ketua PMI Kabupaten Tegal yang di trima oleh ketua RT 03 RW 02 Desa Buniwah Kecamatan Bojong,Nuridin,Mewakili Korban musibah kebakaran “PMI Kabupaten Tegal menyerahkan bantuan berupa paket sembako, hygenis kit, alat kerja bakti berupa pacul dan sekop, serta terpal untuk membuat tenda untuk membuat tenda huni sementara bagi korban, terangnya.
Ditambahkan dr Bimo, pihaknya merasa prihatin atas musibah yang menimpa warga yang beberapa waktu lalu usai merayakan Hari raya Lebaran. “Kami turut prihatin dengan adanya musibah ini, semoga bagi warga korban dapat selalu tabah. Mudah-mudahan bantuan dari PMI ini dapat bermanfaat.” Harapnya.
Adapun bantuan yang diserahkan kepada masing-masing korban diantaranya paket sembako berisi beras, mie instan, biskuit, kecap manis, gula pasir, teh, minyak goreng, air mineral. Juga hgyienis kit yang terdiri dari sabun mandi, sabun cuci, shampoo, pasta gigi, sikat gigi, handuk, sarung, pembalut wanita, lap makan, dan jerigen air. Selain itu ada pula bantuan terpolin, cangkul, sekop, dan pakaian pantas pakai.

Rabu, 07 September 2011

“ PMI buka Tenda Ngaso Bareng “


Sekretariat Tenda Ngaso Bareng PMI
SLAWI – Palang Merah Indonesia Kabupaten Tegal sebagai unsur Operasi Ketupat Candi 2011, membuka tenda pelayanan bagi para pemudik. Program yang diberi label “Ngaso Bareng Bharagas Mania” itu digelar selama musim mudik lebaran 1432 H tahun 2011 di terminal bus slawi.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji, menjelaskan, pihaknya sengaja membuka layanan bagi para pemudik tersebut. Layanan itu, baru kali pertama ini dilakukan. Pada musim Lebaran sebelumnya , pihaknya juga membuka layanan bagi para pemudik meski hanya sebatas layanan kesehatan.

“Untuk tahun ini, kami membuka pelayanan tenda bagi para pemudik. Tenda “Ngaso Bareng” ini terdiri beberapa tenda yang bisa dipakai istirahat para pemudik bermotor atau penumpang bus yang butuh istirahat menunggu jemputan,” jelasnya.

Ditambahkan dr Bimo, pihaknya tidak hanya menyediakan sarana tenda untuk beristirahat saja. Selain itu, PMI juga menyediakan hidangan dan minuman bagi pemudik yang beristirahat di tenda “Ngaso Bareng” itu.

“Kami juga menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya bagi para pemudik yang tidak berpuasa karena sedang berpergian jauh,” terangnya. Adapun petugas yang dikerahkan untuk mendukung program “Ngaso Bareng” itu, lanjut dr Bimo, pihaknya mengerahkan sekitar 30 relawan PMI.
Tenaga relawan itu  dari unsur Korps Suka Rela. “Para relawan diterjunkan secara bergilir untuk melayani kegiatan ini, siang dan malam,” pungkasnya.

Pelayanan Pertolongan Pertama PMI

Selain mendirikan Pos Tenda Ngaso Bareng, PMI Kabupaten Tegal juga menyiagakan Pelayanan Pertolongan Pertama di tiga titik, yakni  Pos Terminal Bus Slawi, Markas PMI dan Pos Kalibakung yang rawan kecelakaan. Masing-masing Pos yang dilengkapi armada ambulan dan mobil Satgana serta tenaga relawan. Posko dibuka selama 12 hari atau sejak H-7 Lebaran yakni 24 Agustus 2011 hingga 5 September 2011.

Sunarto,selaku Kordinator Lapangan mengatakan, pendirian posko di tiga titik diharapkan bisa membantu pemudik yang akan pulang ke kampung halaman hingga musim arus balik usai Lebaran, baik pelayanan kesehatan maupun hanya sekedar beristirahat.

“ Sejumlah empat puluh lima relawan PMI dikerahkan untuk melayani masyarakat yang mudik lebaran, relawan tersebut disebar di tiga pos baik shif pagi maupun malam “ ungkapnya.
Petugas PMI mengevakuasi Korban Tabrak lari

Selama digelarnya Operasi Ketupat Candi 2011, sudah banyak pasien yang ditangani tim medis dariPMI Kabupaten Tegal. Beberapa kasus kecelakaan seperti pengendara sepeda motor disrempet kendaraan roda empat, tabrakan antar sepeda motor, mikromini nabrak pohon dan kasus kecelakaan lainnya.

PMI Bantu Korban Kebakaran Jatilawang


Ketua PMI Kab. Tegal menyerahkan Paket Bantuan
Musibah kebakaran yang menimpa warga desa jatilawang kecamatan Margasari, Sabtu (3/9) dinihari lalu.menuai perhatian dari PMI Kabupaten Tegal.Tak berselang lama,organisasi sosial kemanusiaan itu menyerahkan bantuan kepada korban

Peristiwa kebakaran menimpa rumah milik Darmo(55) warga Rt.02/Rw.09 desa jatilawang kecamatan margasari sabtu (3/9) dini hari sekitar pukul 02.0.10 WIB

Menurut Rani (18,seorang relawan PMI yang kebetulan tetangga korban,api di duga berasal dari konsleting listrik,dimana kabel kipas anginmeleleh dan menimbulkan percikan api. Percikan api tersebut kemudian membesar da membakar kayu usuk.Dalam waktu singkat si jago merah melalap habis atap rumah milik darmo.

“Kepanikan juga sempat terjadi di pagi buta itu.karena disaat yang sama listrik juga padam.tetapi masyarakat tetap bergotong royong sebisanya memadamkan api.”ungkap rani

Menurut Rani pemilik rumah sehari-harinya adalah wirausaha yang sukses di jakarta dan berhasil membangun rumah dengan bagus di desanya
“rumah ini dibangun dari hasil merantau dijakarta.darmo termasuksalah seorang warga yang sukses merantau kejakarta”.imbuh rani

Mendapat informasi adanya kejadian kebakaran rumah warga,membuat PMI kabupaten Tegal bertindak ceapat PMI pun kemudia mengirimkan 3 orang relawan yang di pimpin langsung oleh ketua PMI kabupaten Tegal dr.H Bimo Bayuadji
Ketiga orang relawan dan ketua PMI segera mendatangi lokasi kejadian siang harinya setelah melakukan pendataan PMI pun menyerah kan bantuan kepada korban kebakaran.Bantuan berupa bahan makanan,tikar,terpal(tarpoline) hygienis kit,dan kebutuhan hidup lainya.
Bantuan diserahkan langsung oleh ketua PMI Kabupaten Tegal, dr. H. Bimo Bayuadji yang didampingi 3 relawan PMI,diterima oleh Ny. Calem (51) dan Edi (20), istri dan anak Darmo.
“Bantuan ini kami serahkan sebagai bentuk kepedulian kepada korban. Memang nilainya tidak seberapa, tetapi minimal dapat dimanfaatkan untuk meringankan beban yang harus ditanggung korban,” ungkap dr. H. Bimo Bayuadji, saat ditemui usai penyerahan bantuan.
Dr. H. Bimo pun berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh korban. “Meski untuk sementara, tetapi kami harap bantuan ini dapat bermanfaat,” ujarnya.
Hingga usai penyerahan bantuan, korban dan keluarganya nampak masih syok atas musibah kebakaran yang menimpa mereka.

PMI Bantu Korban Kebakaran Suradadi

Staf PB PMI Kab. Tegal menyerahkan paket bantuan
SURADADI – Musibah kebakaran yang menghanguskan seisi rumah Suharjo (49) warga RT 01 RW V Desa Harjosari Kecamatan Suradadi, Kamis (18/8) kemarin sekitar pukul 08.30 WIB, memantik keprihatinan tersendiri.
Rumah yang luluh lantak dilalap si jago merah itu juga dihuni istri Suharjo Aisah (45) dan 2 orang anaknya yakni Purhaningsih (18) dan Nungky Susilowati (8). Sementara seorang anaknya lagi, Jaidi (20) tidak berada di tempat karena sedang bekerja sebagai TKI (pelayaran).
PMI Markas Cabang Kabupaten Tegal sebagai lembaga sosial kemanusiaan pun tidak ketinggalan turut serta membantu meringankan korban. Tak berselang lama setelah kejadian, sejumlah petugas PMI Markas Cabang Kabupaten Tegal datang ke lokasi kejadian dengan membawa sejumlah bantuan.
“Begitu mendapat laporan kejadian kebakaran ini, PMI langsung menyiagakan relawannya untuk terjun ke lokasi. Tim PMI yang berjumlah 5 orang relawan, dipimpin langsung oleh dr H Bimo Bayuadji (Ketua PMI Cabang Kabupaten Tegal). Pada kesempatan itu, PMI memberikan bantuan kepada keluarga korban berupa paket sembako dan family kit,” terang Humas PMI Markas Cabang Kabupaten Tegal, Sunarto.
Adapun paket bantuan sembako, lanjut Sunarto, terdiri dari 25 Kg beras, mie instant, gula pasir (2 Kg), teh, biscuit, kecap manis, dan 1 liter minyak goreng.
“Adapun untuk bantuan family kit berupa perlengkapan untuk kebutuhan sehari-hari. Diantaranya sabun mandi, sabun cuci, shampoo, pasta gigi, sikat gigi, handuk, piring, gelas, sendok makan, serbet atau lap makan, sarung tenun, pembalut wanita, dan 1 lembar terpal ukuran 4x6 meter,” urai Sunarto.
Istri Suharjo, Aisah, nampak terharu dan menangis saat menerima bantuan dari PMI Kabupaten Tegal. ‘Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih,” ujarnya dengan terbata-bata.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tegal Dr H Bimo Bayuadji saat ditemui usai penyerahan bantuan, meminta agar bantuan tidak hanya dinilai dari isinya saja. Karena pemberian bantuan itu merupakan wujud kepedulian PMI untuk membantu sesame yang terkena musibah.
"Bantuan ini jangan dipandang dari nilainya, tetapi adalah rasa kepedulian PMI untuk membantu para korban bencana,” pintanya.
Secara terpisah, Kades Harjosari Kecamatan Suradadi, Warsono, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada PMI Kabupaten Tegal. Karena menurutnya, PMI dengan cepat dan tanggap ikut peduli membantu kepada korban.
Hadir pada kesempatan tersebut, selain relawan PMI, hadir pula unsur BPBD Kabupaten Tegal melalui Kasubid pencegahan Yulianto, serta Bagian Kesra Setda Kabupaten Tegal melalui stafnya Fauzi Bowo. Sejumlah unsur instansi tersebut juga ikut membantu memberikan bantuan berupa seperangkat perabotan alat dapur dan pakaian jadi. (aan, Radar Slawi)