Lomba Aksi Remaja

Dalam Rangka HUT Palang Merah Sedunia Th. 2012.

PMI tangani bencana

Relawan PMI tangani korban angin puting beliung.

Penanganan Bencana

Tangani korban banjir.

Bantuan untuk korban bencana

Untuk meringankan korban bencana, PMI menyalurkan bantuan.

Pelayanan Sosial

Relawan PMI Evakusi Korban hanyut.

Bantuan untuk korban bencana

PMI menyerahkan paket bantuan kebkaran.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan

Anggota Satpam dibekali ilmu Pertolongan Pertama.

Selasa, 14 April 2009

PMI BANTU KORBAN KEBAKARAN

SLAWI – PERISTIWA kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah milik warga di RT 06 RW 05 Desa Dukuhwringin Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal, senin (6/4) lalu, mendapatkan perhatian dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Tegal.

Demi meringankan beban penderitaan korban kebakaran, hari itu juga PMI Cabang Kabupaten Tegal menyerahkan bantuan berupa 3 buah paket sembako serta seragam dan alat tulis sekolah. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Ketua PMI Cabang Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji kepada korban kebakaran, disaksikan Kades dan Aparat Desa Dukuhwringin.

PMI Cabang Kabupaten Tegal menyerahkan bantuan berupa 3 buah paket sembako yang masing-masing paket sembako berisi beras (20 Kg), gula pasir (2 Kg), the (2 pak), Minyak Goreng (1 Kg), Kecap Manis (1 Kg), Mie Instan (1 dus), dan Higienis kit (1 buah). Selain itu, PMI Cabang Kabupaten Tegal juga menyerahkan 1 buah paket yang berisikan 2 stel seragam sekolah, tas dan alat tulis sekolah.
Bantuan diterima oleh 3 orang Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran yang terdiri dari Suniti (50), Muamar (27) dan Kuswoyo (35).

Dalam kesempatan tersebut, Kades Dukuhwringin, Sutigjo, yang turut mendampingi dalam peyerahan bantuan menyampaikan ucapan terima kasih kepada PMI Cabang Kabupaten Tegal yang telah peduli dengan penderitaan warganya yang menjadi korban kebakaran rumah.

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI yang cepat tanggap membantu warga yang menjadi korban kebakaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PMI Cabang Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji usai menyerahkan bantuan mengungkapkan, penyerahan bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian PMI terhadap penderitaan sesama, yang menjadi korban kebakaran.
“Bantuan ini juga berasal dari dana yang dihimpun oleh masyarakat melalui kegiatan Bulan Dana PMI,” ujarnya.

Musibah kebakaran yang menimpa rumah warga yang tinggal di RT 06 RW 05 Desa Dukuhwringin terjadi senin(6/4) lalu, sekitar pukul 06.00 WIB. Api membakar habis rumah beserta isinya yang ditinggali 3 kk atau 8 jiwa. Kejadian diduga bermula dari percikan api yang berasal dari kompor, yang menyambar bensin. Kebetulan rumah korban juga dijadikan sebagai tempat menjual bensin. Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut. Meskipun demikian, diperkirakan kerugian mencapai lebih kurang Rp 100 juta.

PMI Rintis Usaha Konveksi

* Bangkitkan Kemandirian KSR

PALANG MERAH INDONESIA Cabang Kabupaten Tegal sebulan yang lalu merintis usaha konveksi. Hal ini untuk membangkitkan dan memberdayakan tenaga Korps Suka Rela (KSR) yang dimiliki. Usaha ini juga sebagai bentuk kepedulian PMI terhadap kiprah KSR, yang selama ini telah banyak mencurahkan tenaganya untuk membantu sesama.

Menurut Kepala Markas PMI cabang Kabupaten Tegal, Mahmudin, perintisan usaha, yang kemudian diberi label ''volunteer'' itu, bermula dari keprihatinan terhadap kondisi anggota KSR PMI. Pasalnya, PMI cabang selalu membutuhkan tenaga KSR PMI, terutama saat melaksanakan aksi kemanusiaan. Sehingga untuk lebih mengoptimalkan anggota KSR, dibutuhkan sebuah sarana usaha, demi menunjang kebutuhan hidup anggota KSR tersebut.

''Jadi PMI tidak hanya menggunakan tenaga anggota KSR saja. Tapi kita juga perlu memikirkan kebutuhan ekonomi mereka,'' ujarnya.

Dijelaskan Mahmudin, untuk merealisasikan usaha konveksi tersebut, PMI cabang Kabupaten Tegal membantu dari segi permodalan. Besarnya dana yang diberikan sejumlah Rp 31 Juta. Bantuan dana ini, Rp 16 juta diantaranya untuk pembelian peralatan dan sisanya sebesar Rp 15 Juta dipergunakan sebagai modal awal.

''Untuk alat, sudah dibeli dan dipasang. Sementara dana sisanya untuk modal awal pembelian bahan baku. Sekarang ini kami sudah siap beroperasi,'' terangnya.

mahmudin menambahkan, ke depan diharapkan rintisan usaha tersebut dapat berkembang lebih besar lagi. Sehingga nantinya mampu memberikan kesejahteraan bagi anggota KSR. Termasuk juga untuk membantu kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PMI cabang.

''Nantinya kalau sudah besar, kami ingin agar setiap anggota KSR bisa direkrut sebagai pegawai di markas. Untuk honornya, bisa diambilkan dari keuntungan dari usaha ini,'' imbuhnya.

Salah seorang anggota KSR yang juga menjadi salah satu pengelola usaha konveksi, Mashuri, mengaku merasa tertantang dengan ide perintisan usaha kemandirian tersebut. Dia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin mengelola unit usaha konveksi itu agar memiliki keuntungan yang semakin besar.

''Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan usaha ini. Toh tujuannnya juga untuk kemandirian anggota KSR,'' ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI cabang Kabupaten Tegal dr H Bimo Bayu Adjie mengaku sangat mendukung ide pengelolaan usaha konveksi tersebut. Menurutnya, adanya pengelolaan usaha itu dapat mendidik kemandirian dan tanggung jawab anggota KSR.

''Kami sangat menyambut baik ide pengelolaan usaha konveksi ini. PMI akan mendukung semaksimal mungkin,'' ujarnya.

Untuk sementara pengelola usaha konveksi diserahkan kepada 4 orang anggota KSR. Ke-4 anggota KSR tersebut dipilih karena kesanggupannya untuk mengelola sepenuhnya rintisan usaha konveksi tersebut. Diharapkan rintisan usaha kemandirian ini dapat dijadikan teladan bagi institusi maupun organisasi massa lainnya.

KEPENGURUSAN KSR TERBENTUK

SLAWI – Kepengurusan KSR PMI Cabang Kabupaten Tegal, Kamis (26/3) lalu akhirnya terbentuk. Pembentukan ini menyusul vakumnya kepengurusan dalam kurun waktu 4 tahun belakangan. Dengan terbentuknya kepengurusan, diharapkan nantinya dapat menjalnkan roda organisasi KSR PMI Cabang Kabupaten Tegal. Seksi Diklat PMI Cabang Kabupaten Tegal,mahmudin mengungkapkan, pembentukan Kepengurusan KSR dalam rangka penataan Organisasi. Untuk Kepengurusan kali ini, lanjutnya, memiliki masa jabatan 2 tahun.

“Pembentukan ini terutama untuk penataan, setelah lebih kurang 4 tahun vakum. Dengan adanya kepengurusan, diharapkan roda organisasi KSR dapat lebih tertata dan terprogram dengan baik,” terangnya.

Ditambahkan Mahmudin, kepengurusan KSR ini akan merumuskan secara terinci tentang teknis perekrutan anggota baru. Sehingga nantinya, anggota KSR tidak hanya dipergunakan tenaga dan keahliannya saja. Namun juga dipikirkan untuk dapat memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.

”Kami sedang mencari formulasi yang tepat dalam perekrutan anggota KSR. Sehingga nantinya diharapkan anggota KSR akan merasa diwongke,” imbuhnya.

PMR SMKN 1 Slawi Rebut Juara Umum ke-2
















* Dari Lomba PMR Wira se-Jateng – DIY

KELOMPOK Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMKN 1 Slawi berhasil merebut Juara Umum ke-2 dalam lomba PMR Wira se-Jateng – DIY. Kejuaraan diselenggarakan selama 3 hari, dari tanggal 13 – 15 Februari 2009 di kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines). Kejuaraan digelar sebagai rangakaian acara Henry Dunnant Competion. Kegiatan Henry Dunnant Competion itu sendiri mengambil tema ‘’Gerak, aksi, dan Kompetisi’’.

Dalam kejuaraan tersebut PMI cabang kabupaten mengirimkan 2 kontingen PMR Wira. Kontingen terdiri dari 1 regu PMR Wira dari kelompok SMAN 1 Slawi, dan 1 regu PMR Wira dari kelompok SMKN 1 Slawi. Masing-masing kelompok beranggotakan 9 siswa.

Menurut Budi Martono, salah satu Pelatih PMR, dalam kejuaraan tersebut tim PMR Wira SMKN 1 Slawi selain berhasil merebut trophy Juara Umum ke-2, juga berhasil merebut 4 trophy lainnya. Keempat trophy itu terdiri dari Juara 3 lomba Perawatan Keluarga, Juara 2 lomba Poster, Juara 3 lomba Pentas Seni, dan Juara 1 Lomba Cerdas Cermat (LCC). Sementara, kelompok PMR Wira SMAN 1 Slawi berhasil merebut 2 trophy yang meliputi Juara 2 LCC dan Juara 2 lomba Pentas Seni.

‘’Karena merebut 4 trophy kejuaraan, maka kelompok PMR Wira SMKN 1 slawi berhak menduduki Juara Umum 2,’’ ujarnya.

Diterangkan Budi Martono, keberangkatan utusan PMR Wira Kabupaten Tegal itu sebelumnya didahului dengan pelatihan selama 2 minggu. Puncaknya, 3 hari menjelang keberangkatan, diadakan pemusatan latihan kepada seluruh anggota tim.

‘’Tiga hari sebelum diberangkatkan, kami mengadakan pemusatan latihan selama dua hari. Pemusatan latihan kami adakan di markas PMI cabang Kabupaten Tegal,’’ imbuhnya.

Keberangkatan tim ke Semarang beberapa waktu lalu dilepas oleh Sekretaris PMI cabang Tegal, Tjipto, dengan upacara sederhana di halaman markas PMi cabang Kabupaten Tegal.

(Tim PMR Wira SMK N 1 Slawi bersama Pembina PMR,
membawa pulang 4 buah Tropy).